Berkah Tradisi Nyekar

Yovie Wicaksono - 4 May 2019
Salah satu pedagang bunga di TPU Ngagel Rejo, Karmi (56), Jumat (3/5/2019). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Nyekar atau ziarah ke makam keluarga maupun kerabat, merupakan salah satu tradisi masyarakat Indonesia sebelum memasuki bulan suci Ramadan yang hingga kini masih terus terjaga. Seperti halnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngagel Rejo, Surabaya.

Banyaknya peziarah yang datang, membuat warga sekitar makam mendapatkan berkah, seperti para pedagang bunga di depan makam, juru parkir, hingga petugas kebersihan makam.

Salah satu pedagang bunga di TPU Ngagel Rejo, Karmi (56) mengaku musim nyekar ini membuat dagangannya laris manis terjual dibandingkan hari biasa.

“Kalau hari biasa itu sepi, per hari kurang lebih jual 25 kresek bunga, dapatnya Rp 30-50 ribu. Tapi kalau musim nyekar gini satu hari bisa jual sampai 200 kresek bunga, dapatnya per hari sampai Rp 500 ribu,” ujar perempuan yang sudah 40 tahun berjualan bunga di TPU Ngagel Rejo ini.

Karmi yang merupakan warga Kalibokor Kencana ini mengatakan, sejak dua minggu menjelang Ramadan, TPU Ngagel Rejo sudah mulai terpantau ramai.

Selama “musim” nyekar ini, Karmi sejak subuh sudah mulai berjualan bunga bersama dengan satu anaknya yang juga membuka stan di sebelahnya. Dengan harga bervariasi ia menjual bunga yang biasa digunakan para peziarah untuk taburan diatas makam.

Mulai dari harga Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu per kresek, peziarah bisa mendapatkan bunga pandan, pacar air, mawar, melati, sedap malam, beserta kenanga.

Selama jelang Ramadan ini, Karmi berjualan bersama dengan belasan pedagang bunga lainnya. Hal ini tidak seperti biasanya, karena di hari biasa penjual bunga di TPU Ngagel Rejo hanya ada dua orang.

Berkah nyekar, juga dirasakan juru parkir TPU Ngagel Rejo, Sunarto. Warga Kalibokor Kencana ini, dalam sehari bisa mendapatkan penghasilan Rp 150-200 ribu.

“Kalau hari biasa, penghasilannya Rp 30-35 ribu per hari. Sekarang bisa Rp 150-200 ribu, motor yang awalnya di tarif Rp 2.000 menjadi Rp 3.000, sedangkan mobil yang biasanya Rp 3.000 menjadi Rp 5.000,” ujar pria 61 tahun ini.

Tidak itu saja, para petugas kebersihan yang biasanya dalam satu hari hanya membersihkan 10-20 makam, kini bisa membersihkan 50 makam, dimana untuk tarif membersihkan satu makam Rp 5-10 ribu.

“Sekarang bisa membersihkan 50 makam, karena kan kalau musim nyekar gini banyak yang jadi petugas kebersihan dadakan,” ujar salah satu petugas kebersihan, Ike Nuria Aguslia (38).

Dengan berbekal sapu dan air yang digunakan untuk menyiram makam, Nuria melakukan tugasnya sehari-hari. Ia menjadi petugas kebersihan di TPU Ngagel Rejo sejak 2004. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.