Berburu Fosil Manusia Purba 

Yovie Wicaksono - 4 November 2019
Pengunjung Museum Anjuk Ladang sedang melihat koleksi fosil hewan purba, Minggu (3/11/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Tim gabungan pencari jejak Fosil Manusia Purba Nganjuk Jawa Timur masih terus melakukan penelusuran di wilayah RPH Hutan Tritik, Kecamatan Rejoso, Nganjuk. Tim gabungan yang terdiri dari 6 orang ini, sedang melakukan pencarian jejak fosil manusia purba. Dari penelusuran yang sudah dilakukan dalam kurun waktu 4 bulan, tim masih belum berhasil menemukan fosil manusia purba melainkan hanya fosil hewan purba.

“Selama ini sudah  kita temukan fosil-fosil dari beberapa  jenis hewan, manusia purba. Berdasarkan temuan yang ada, akhirnya kami mendatangkan Tim Balai Pelestarian Manusia Purba di Sangiran,” ujar Kepala Seksi Sejarah Museum dan Kepurbakalaan Museum Anjuk Ladang, Amin Fuadi, Minggu (3/11/2019).

Dari beberapa temuan fosil hewan purba yang ditemukan baik yang sudah diamankan di Museum maupun  di lapangan, hasil analisa yang telah dilakukan Tim Balai Pelestarian Manusia Purba Sangiran menyebut jika fosil hewan yang ditemukan ada 9 jenis, dengan angka tahun bervariasi. Fosil hewan purba yang ditemukan antara lain gajah purba, badak purba, harimau purba, termasuk fosil kerang laut.

Benda purbakala ini ditemukan melalui berbagai cara, ada yang sudah terlihat diatas permukaan, terpendam lalu dilakukan penggalian serta ada yang terbawa masuk ke aliran air.

“Jumlah yang ditemukan lebih banyak disini, daripada di Trinil maupun di Sangiran Nganjuk,” katanya.

Meski hanya fosil hewan purba yang ditemukan, namun tim gabungan tetap meyakini jika fosil manusia purba ada disekitar lokasi yang sama. Indikasi ini menguat, setelah tim gabungan sebelumnya sudah menemukan budaya manusia purba berupa peralatan berburu.

“Jadi mereka menganggap pasti akan ada, disini manusia purbanya. Tinggal masalah waktu saja. Nah dengan kondisi demikian kami akhirnya membentuk tim dari Perhutani dan dari kami Disbudparpora Kabupaten Nganjuk untuk mencari perkiraan-perkiraan manusia purbanya dimana,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia tidak bisa memastikan pencarian yang dilakukan tim gabungan tersebut sampai kapan berlangsung. Menurutnya semua itu karena dilandasi semangat ingin terus mencari, karena penasaran dan hobi.

“Kami belum bisa memastikan sampai kapan, selain karena kami penasaran. Kami juga hobi, sehingga bukan karena kami dikejar target harus menemukan itu, tidak. Tetapi kami  akan laksanakan terus menerus harus bisa mengungkap sebanyak banyaknya apa yang terjadi di wilayah Nganjuk sebelah utara ini,” ujarnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.