Anas Karno Dorong Adanya Sentuhan dan Pendampingan Khusus untuk Difabel

Yovie Wicaksono - 30 September 2021
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno (kemeja putih) saat berkunjung ke tempat pelatihan servis kursi roda di Jalan Keputih III E No 37, Surabaya, Rabu (29/9/2021). Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Disable Motorcycle Indonesia (DMI) Jatim menggelar pelatihan servis kursi roda dengan mengusung tema “Kegiatan Peningkatan Pemberdayaan Ekonomi” yang diikuti oleh anggota DMI dari berbagai daerah di Jatim mulai 28 September hingga 1 Oktober 2021.

Kegiatan tersebut rupanya mendapat perhatian khusus Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno. Menurut Anas, pelatihan ini merupakan kegiatan yang cukup luar biasa sehingga perlu diapresiasi.

“Saya sangat bangga karena kawan-kawan difabel ini dengan kemandiriannya mampu untuk menghidupi perekonomiannya sendiri-sendiri dan anggota lainnya,” ujar Anas saat berkunjung ke tempat pelatihan servis kursi roda di Jalan Keputih III E No 37, Surabaya, Rabu (29/9/2021).

Setelah berbincang bersama dengan koordinator penyelenggara pelatihan tersebut, Anas juga memberikan apresiasinya lantaran pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan dan memberikan keterampilan difabel agar kedepan bisa membuka bengkel kursi roda sendiri.

“Saya juga apresiasi dengan tujuan pelatihan ini yang mana nanti para kawan-kawan difabel ini akan membuka usaha (bengkel kursi roda) di setiap tempatnya, bahkan hingga membuka lapangan kerja sehingga membantu ekonomi Surabaya tumbuh,” ujarnya.

Sebagai legislator yang duduk di komisi bidang perekonomian, Anas merasa harus terlibat dan memperjuangkan nasib komunitas penyandang disabilitas melalui Pemerintah Kota.

Ia berharap, kemampuan serta potensi yang dimiliki para disabilitas bisa terakomodir melalui dinas-dinas terkait. Karena, kata Anas, komunitas disabilitas melalui pelatihan semacam ini secara tidak langsung turut berpartisipasi menumbuhkan perekonomian di Surabaya.

“Saya segera komunikasikan kepada Pemkot atau dinas terkait agar ada perhatian khusus berupa sentuhan dan pendampingan untuk difabel yang mempunyai keahlian, sehingga usaha untuk meningkatkan perekonomian ini bisa berjalan panjang,” jelasnya.

Sementara itu, koordinator pelaksana pelatihan servis kursi roda, Slamet Poernomo juga berharap adanya perhatian khusus bagi para penyandang disabilitas, bukan hanya di sektor ekonomi tapi juga di sektor pengadaan fasilitas khusus disabilitas.

“Saya berharap Pemkot Surabaya bisa lebih memperdulikan kami, seperti mengadakan jalur atau area khusus disabilitas di tempat-tempat umum,” katanya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.