Ajarkan Kebhinekaan dan Toleransi Sejak Dini, Ini Saran Agatha untuk Guru di Surabaya

Yovie Wicaksono - 30 January 2022
Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Agatha Retnosari dalam Seminar Wawasan Kebangsaan dengan tema "Tantangan Dunia Pendidikan dalam Merawat Kebhinekaan" yang digelar di Surabaya, Minggu (30/1/2022). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Agatha Retnosari mengajak para guru atau pendidik di Kota Surabaya menguatkan nilai kebhinekaan dan toleransi kepada para murid melalui kunjungan antar sekolah ataupun kunjungan ketempat-tempat ibadah lintas iman.

“Murid ini sebaiknya diajak keliling ke tiap tempat ibadah, kunjungan antar sekolah lintas suku, agama yang bisa membuat mereka saling mengenal, nantinya akan muncul rasa saling toleransi dan mengasihi kepada sesama,” ujarnya dalam Seminar Wawasan Kebangsaan dengan tema “Tantangan Dunia Pendidikan dalam Merawat Kebhinekaan” yang digelar di Surabaya, Minggu (30/1/2022).

“Ini menjadi penting, adanya komunikasi dan saling silaturahmi, karena cikal bakal pertengkaran adalah karena ketidakpahaman, karena tidak saling mengenal,” sambungnya.

Tak hanya mengenalkan keragaman suku, ras, dan agama yang ada. Agatha juga menekankan agar pelajar mengenal keragaman fisik agar tidak ada lagi perbuatan mempermalukan seseorang berdasarkan bentuk tubuhnya atau yang biasa disebut body shaming.

“Termasuk juga mengenalkan ragam disabilitas kepada anak-anak, bagaimana mereka harus berinteraksi dan menghargai kawan yang memiliki kekhususan tanpa menghina dan memberikan akses yang sama,” tandasnya.

Menurutnya, hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan generasi muda di Indonesia menjadi Pelajar Pancasila, pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024.

Adapun Profil Pelajar Pancasila ini memiliki enam ciri utama, yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Mendengar masukan tersebut, Kepala Sekolah SMA Katolik, Maria Listinawati mengaku senang. Lantaran ide-ide semacam itu yang selama ini dibutuhkannya untuk kemudian bisa diimplementasikan di sekolahnya.

“Jadi tantangan kita ya menyadarkan anak-anak bahwa kebhinekaan itu luas, dan memang untuk menuju ke sana guru-guru harus selalu memasukkan kedalam setiap kegiatan pembelajaran, apalagi kemarin juga pembelajaran jarah jauh ya. Masukan Bu Agatha tadi ya cukup menarik, dan kedepan hal tersebut bisa kami adopsi untuk melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah Islam, dan ke tempat-tempat ibadah agama lain,” ujarnya.

Sekadar informasi, Seminar Wawasan Kebangsaan kali ini diikuti sekira 125 guru atau pemerhati pendidikan dari kawasan Surabaya barat, Sidoarjo, hingga Gresik. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.