Agatha Desak Adanya Edukasi Pencegahan Covid-19 pada Anak

Yovie Wicaksono - 24 July 2021
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Agatha Retnosari. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Anggota DPRD Jatim, Agatha Retnosari mendesak semua stakeholder, terutama Menteri Pendidikan, segera melakukan edukasi pencegahan Covid-19 pada anak-anak dan menanamkannya sebagai kebiasaan baru sebagai bagian upaya beradaptasi terhadap kondisi yang ada. Terlebih, kasus positif Covid-19 dan juga angka kematian pada anak terus bertambah.

Agatha mengatakan, akan lebih baik jika tak hanya sekadar anak dilarang atau harus melakukan sesuatu untuk mencegah penularan, namun juga melakukan pemberdayaan pada anak agar mereka lebih berdaya ditengah pandemi.

Anak-anak bisa dilatih dan diajarkan untuk bisa melakukan proning (posisi tidur tengkurap yang dapat dilakukan pasien saat mengalami gangguan pernapasan) sendiri, sehingga pada saat mereka atau orangtua mereka terkena covid, secara otomatis mereka akan menerapkan proning dalam kesehariannya.

“Atau latihan power breathing agar anak bisa belajar melatih otot paru-paru mereka agar lebih kuat dan bisa tumbuh berkembang dengan lebih baik,” imbuhnya.

Kemudian, bagaimana etika batuk dan bersin, tata cara mencuci tangan dan jaga jarak, memakai masker, termasuk mengenakan google atau kacamata safety jika anak terpaksa bepergian.

“Karena sejauh pantauan saya dengan sekolah daring saat ini belum ada sekolah-sekolah yang menerapkan latihan mitigasi bencana covid termasuk latihan proning atau pun latihan pernapasan serta olahraga yang dilatihkan bahkan diujikan selama pembelajaran untuk memperkuat kesehatan paru-paru, fisik serta mental anak,” ujarnya.

Bagi Agatha hal ini sangat penting, agar anak-anak memiliki mental yang kuat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Karena lebih mudah melakukan edukasi pada anak daripada pada orang tua. Kita putus mata rantai penularan ini dengan memotong satu generasi,” katanya.

“Tanpa ada kebijakan yang koheren dan terintegrasi dengan baik mulai dari tingkat pusat sampai daerah dan pelosok negeri, selamanya kita akan terjebak pada usaha-usaha kuratif yang banyak menghabiskan biaya juga korban jiwa,” sambungnya.

Sekadar informasi, Data Satgas Penanganan Covid-19 pada 16 Juli 2021 mencatat, sebanyak 12,8 persen atau 351.336 kasus positif Covid-19 terjadi pada usia anak 0–18 tahun. Sebanyak 777 di antaranya telah meninggal dunia. (*/red) 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.