80 Tahun CLS Surabaya, Rumah Pembinaan Basket Tertua di Indonesia

Rudy Hartono - 30 June 2026
Foto bersama memperingati HUT ke-80 tahun klub CLS di GOR CLS Dharmahusada Utama (DHU) Surabaya, Minggu (28/6/2026) (net)

SR, Surabaya – Di tengah perkembangan olahraga modern, Yayasan Cahaya Lestari Surabaya (CLS) tetap berdiri sebagai salah satu rumah pembinaan basket tertua dan paling bersejarah di Indonesia.

Berdiri sejak 1946, CLS telah menjadi bagian penting perjalanan bola basket Indonesia dan melahirkan banyak pemain yang berkiprah di level nasional hingga internasional. Semangat itulah yang terus dijaga selama delapan dekade terakhir. Saat ini, lebih dari 1.000 siswa aktif rutin berlatih di berbagai kelompok usia.

Melansir kompas.com, dari lapangan basket di Surabaya, Jawa Timur lahir nama-nama besar seperti Dimazz Muharri (dikenal sebagai raja steal), Sandy Febriansyakh (“Badboy”), Mario Wuysang, Isman Thoyib, hingga selebritas multitalenta Denny Sumargo.

Memasuki usia ke-80 tahun, CLS merayakannya dengan cara yang tidak jauh dari filosofi yang selama ini mereka pegang, yakni pembinaan dan kompetisi.

Dalam rangka perayaan tersebut, Yayasan CLS menggelar “Salonpas Let’s Move-CLS International Cup 2026” yang berlangsung di GOR CLS Kertajaya dan GOR CLS Dharmahusada Utama (DHU) Surabaya mulai 21 Juni hingga 4 Juli 2026.

Ketua Yayasan CLS, Ming Soedarmono, mengatakan turnamen sebenarnya rutin digelar setiap tahun. Namun, momen ulang tahun ke-80 membuat penyelenggaraan kali ini dibuat lebih istimewa dengan menghadirkan peserta dari luar negeri, Malaysia dan Singapura. (*/red)

 

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.