7 Cara Melatih Anak Bersyukur

Yovie Wicaksono - 23 May 2021
Ilustrasi bersyukur. Foto : (GREATMIND)

SR, Surabaya – Memiliki anak yang baik, bertanggung jawab, penyayang, dan pandai bersyukur adalah idaman semua orangtua. Namun, mengajarkan cara bersyukur bukan perkara sederhana. Intinya adalah memberi pemahaman kepada mereka bahwa semua yang dimilikinya diperoleh dengan tidak mudah sehingga perlu disyukuri.

Melansir SehatQ, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak cara bersyukur meski hasilnya tidak akan terlihat secara instan karena perlu waktu untuk membiasakan. 

1. Menulis jurnal

Ada banyak manfaat positif dari menulis jurnal untuk kesehatan mental. Tak terkecuali bagi anak-anak. Bentuknya memang bukan narasi atau untaian kata panjang. Anak bisa mengekspresikannya dalam bentuk gambar atau bahkan simbol. Semua sah-sah saja, bergantung pada pilihan tiap anak.

Intinya adalah menuangkan apa yang disyukuri dalam bentuk tulisan. Momen ini akan menjadi fase refleksi tentang apa yang mereka miliki dan perlu disyukuri.

Anak juga bisa mengucapkan apa yang mereka syukuri dan Anda membantu menuangkannya dalam bentuk tulisan. Atau, rekam suara di ponsel. Apa saja bisa menjadi medianya asal intinya sama yaitu menekuni apa saja yang layak disyukuri.

2. Kunjungi panti asuhan

Saat berdonasi kepada orang lain yang kondisinya berbeda dengan anak, mereka akan tahu apa yang dia miliki dan apa yang tidak. Ada proses melihat kondisi satu sama lain. Di sinilah saatnya Anda memasukkan nilai-nilai syukur ke pikiran mereka.

Berdonasi seperti berkunjung ke panti asuhan bukan berarti membandingkan kondisi yang beruntung dan kurang. Ini adalah pengingat bahwa semua yang mereka miliki saat ini patut disyukuri.

3. Donasi

Sama seperti poin sebelumnya, ajarkan anak berdonasi sejak mereka masih kecil. Libatkan secara langsung seluruh prosesnya, mulai dari awal saat memilah barang hingga saat memberikan kepada orang yang membutuhkan.

Cara ini akan membantu mereka memilah mana yang perlu disimpan dan mana yang tidak. Sekaligus, ini menjadi cara melatih kepekaan terhadap apa yang orang lain perlukan.

4. Jadikan tradisi

Perlu pembiasaan hingga anak-anak terbiasa dengan konsep bersyukur ini. Oleh sebab itu, Anda bisa menjadikannya tradisi dalam keluarga. Sebagai contoh, setiap kali akan tidur, ajak anak menghitung 3 hal yang patut disyukuri.

Tak harus malam hari, kebiasaan ini juga bisa dilakukan saat pagi hari. Jenis hal yang disebutkan pun sederhana saja, seperti masih bisa tidur dengan selimut kesayangan atau masih bisa menonton kartun. Ini juga membuat anak bisa lebih peka terhadap apa yang mereka alami.

5. Membuat ucapan terima kasih

Salah satu cara bersyukur lain adalah membuat ucapan rasa terima kasih. Penerimanya bisa siapapun, tak harus dari orang terdekat di lingkungan keluarga atau sekolah. Contohnya ucapan terima kasih untuk penyapu jalan yang menjaga kebersihan lingkungan, atau kepada security yang membantu menjaga rumah tetap aman.

Tak perlu terlalu bagus atau panjang. Ucapan terima kasih ini bisa sesederhana satu gambar kecil. Hal yang lebih penting adalah niatnya, bukan bentuknya.

6. Sampaikan syukur Anda

Orangtua juga tak perlu ragu mengungkapkan rasa syukur karena memiliki anak-anak di hidup mereka. Seringlah mengungkapkan rasa terima kasih dan syukur atas apa yang mereka lakukan. Fokus pada apa yang mereka capai, jangan hanya pada kesalahan demi kesalahan yang membuat Anda mengomel.

7. Tak perlu tunggu momen

Mengungkapkan rasa syukur ini tak perlu menunggu momen tertentu. Jadikan ini kebiasaan dalam keluarga Anda. Apabila ada orang lain yang juga dekat dengan anak seperti pengasuh atau kerabat lainnya, ajak mereka juga membiasakan untuk mensyukuri apa yang dimiliki.

Membiasakan bersyukur ini akan berdampak sangat baik pada kesehatan fisik dan mental anak. Bukan hanya saat ini saja, tapi juga hingga mereka tumbuh 

Berikan contoh yang nyata lewat sikap orangtua. Ketika seluruh anggota keluarga sudah terbiasa dengan rasa syukur ini, maka cara pandang terhadap dunia pun bisa berbeda. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.