Geliat Batik Okra di Kampung Kranggan
Karya pengunjung di kampung batik okra. Foto : (Hamidiah Kurniasari/Super Radio
Pengunjung memulai proses membatik. Foto : (Hamidiah Kurniasari/Super Radio)
Pelopor Kampung Batik Okra, Ridi Sulaksono (59) (kiri) bersama pemandu wisataa saat menjelaskan motif batik okra pada wisatawan sebelum mereka mulai praktek membatik. Foto : (Hamidiah Kurniasari/Super Radio)
Canting dan malam yang digunakan untuk membatik. Foto : (Hamidiah Kurniasari/Super Radio)
SR, Surabaya – Bicara soal Surabaya rasanya tak lepas dari kampung wisatanya, salah satunya Kampung Batik Okra.
Terletak di Jalan Kranggan Gg VII Bubutan Surabaya, kawasan wisata yang diresmikan 28 Desember 2022 itu berhasil meraih predikat kampung dengan produk unggulan Kecamatan Bubutan.
Dan seperti namanya, Kampung Batik Okra memiliki ciri khas khusus yakni motif okra yang dipadukan dengan lokasi-lokasi bersejarah di nusantara.
Pelopor Kampung Batik Okra, Ridi Sulaksono (59) mengatakan, nama okra merupakan singkatan dari Orang Kranggan. Dan untuk motifnya, tercetuslah ide tanaman okra dari kawasan Afrika tropis.
“Kita angkat motifnya mengangkat sejarah. Mulai dari balai pemuda, jembatan merah, sampai motif batik palapa yang kaitannya dengan gajah mada, ada juga yang bercerita tentang suasana Surabaya saat malam,” ujarnya saat ditemui tim Super Radio.
Kini, Kampung Kranggan makin terkenal dengan paket wisata membatiknya. Ridi menyebut, sejak peresmian wisatawan lokal dan manca negara silih berganti datang. Dengan harga Rp.50.000,- per orang, para turis antusias melakukan tiap proses membatik.
“Nanti hasil karyanya bisa dibawa pulang. Minimal orang untuk wisata tidak ada, dua orang juga bisa tapi biasanya yang datang kesini 10 orang. Kita buka setiap hari, kalau Sabtu Minggu mau kesini ya monggo,” tuturnya.
Salah satu pengunjung yang juga Dosen PENS, Faridatun Nadziroh mengaku sangat antusias saat datang batik ini. Bahkan, ia datang bersama belasan peserta City Tour International Electronics Symposium IES 2025.
Menurutnya wisata membatik ini sangat seru dan efektif untuk mengenalkan kearifan lokal pada peserta dari luar negeri seperti Jepang, Malaysia, hingga Korea.
“Saya seneng banget dengan acara disini ini jadi pengalaman pertamaa gimana caranya membatik menbuat satu karya diatas selembar kain, bisa mengekspresikan apa yang ada di dalam diri kita,” sebutnya.
Ia pun berharap wisata lokal seperti ini makin banyak di kota Surabaya. “Rutin tiap tahun, peserta kita dari jepang malaysia korea. Kita arahkan kesini agar biar nenjadi pengalaman mereka, juga salah satu cara mengenalkan kearifan indonesia dengan membatik,” pungkasnya. (hk/red)
Tags: Kampung Batik Okra, kampung batik surabaya, Super radio, Wisata Surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





