Forum Partisipasi Pemilih Pemuda Upaya Diskominfo Minimalisir Golput

Rudy Hartono - 21 June 2024

SR, Surabaya – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Diskominfo Jatim) menggelar Forum Partisipasi Pemilih Pemuda bertema “Pilkada Asik, Gak Perlu Berisik” di Surabaya, Kamis (20/6/2024).

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin dalam sambutannya secara virtual menyampaikan bahwa hampir 80 persen  penduduk Indonesia tersambung dengan internet, namun besarnya penetrasi internet di Indonesia saat ini belum diikuti keterampilan digital atau literasi digital.

Masyarakat harus tahu ada empat pilar literasi digital. Pertama,  harus cakap digital. Kedua harus aman dalam menggunakan digital. Ketiga, harus berbudaya dalam menggunakan kecakapan digitalnya, dan ke empat adalah menggunakan etika dalam menggunakan digital.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten/ kota dan stakeholder lainnya melaksanakan kegiatan sinergitas Jatim digital dengan harapan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan literasi digital masyarakat khususnya di Jawa Timur. ”Semoga kegiatan ini mendatangkan manfaat untuk kita semua,” harapnya.

Mila Intan Sari mantan Pengawas Kelurahan/Desa atau PKD (Bawaslu) Surabaya mengatakan, acara ini berawal dari tingginya angka Golput (tidak memilih –Red) sehingga muncul ide untuk mengedukasi masyarakat tapi angka pengguna media sosial yang juga tinggi.

“Karena itulah kemudian itu muncul untuk menggunakan kegemaran bapak ibu dan masyarakat Indonesia akan media sosial untuk mengedukasi agar angka Golput ini kemudian turun,” ungkapnya.

Setelah berdiskusi akhirnya tidak hanya untuk menurunkan angka Golput saja, tapi juga untuk meningkatkan budaya gemar membaca literasi digital dan kemudian menghindari hoax. “Nah di sinilah peran Dinas Kominfo untuk mengedukasi masyarakat sehingga acara ini bisa terlaksana,” tuturnya.

Ia berharap, para peserta, setelah mengikuti kegiatan membawa ‘oleh-oleh’ pengetahuan untuk disebarluaskan di masyarakat. “Panjenengan ini kami anggap sebagai panutan di masyarakat sehingga bisa membantu pemerintah khususnya Diskominfo Jatim mengedukasi masyarakat di tempat tinggal panjenengan,” ucapnya.

Bagaimana menurunkan angka Golput, menghindari hoax dan juga meningkatkan literasi digital, meningkatkan kebiasaan membaca, meningkatkan kebudayaan untuk gemar membaca mengetahui lebih dalam mengenai hal-hal dan tidak mudah termakan oleh hoax khususnya yang berkaitan dengan pemilu. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.