Wisata di Mojokerto Telah Dibuka

Yovie Wicaksono - 8 August 2020
Ritual Jamasan Pelestari Budaya Majapahit di Petirtaan Jolotundo, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Minggu (26 /7/2020). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Pemerintah Kabupaten Mojokerto sudah membuka beberapa tempat wisata. Diantaranya Museum Trowulan, Candi Bajangratu, Candi Tikus dan Candi Brahu di kawasan Kabupaten Mojokerto sejak Senin (3/8/2020).

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo mengatakan, pembukaan wisata cagar budaya ini bersamaan dengan proses pembaruan kerjasama antara Pemerintah Daerah dan BPCB Jatim terkait pengelolaan wisata cagar budaya.

Hingga saat ini, Pemkab Mojokerto masih menunggu Memorandum Of Understanding (MoU) dari Pemerintah Pusat yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait proses pembaruan kerjasama tersebut.

“Sesuai dengan kesepakatan kita, selama MoU masih dalam proses maka pengunjung tidak dipungut biaya masuk atau digratiskan,” ujarnya, Sabtu (8/8/2020).

Selain wisata cagar budaya, Amat mengatakan, wisata religi dan wisata alam di Pacet dan Trawas sudah dibuka sejak 4 Juli 2020.

Amat menegaskan, meski destinasi wisata sudah dibuka, pihaknya tetap menekankan disiplin protokol kesehatan untuk pengelola dan pengunjung, seperti wajib mengenakan masker, cuci tangan dan pemeriksaan suhu badan saat akan masuk lokasi wisata, jaga jarak, serta pembatasan pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas daya tampung di masing-masing tempat pariwisata.

“Insya Allah wisata lebih aman dan nyaman karena baik pengelola maupun pengunjung harus mentaati protokol kesehatan,” katanya.

Ia berharap, dengan dibukanya kembali destinasi wisata ini mampu menghidupkan kembali aktivitas wisata dan perekonomian masyarakat sekitar.

Sekedar informasi, di Kabupaten Mojokerto, terutama di kawasan Trowulan, Pacet dan Trawas terdapat lokasi wisata cagar budaya dan alam seperti Petirtaan Jolotundo, Situs Reco Lanang, Kolam Segaran, Pemandian Air Panas Padusan dan Makam Troloyo. (fos/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.