Whisnu Imbau Masyarakat Proaktif Laporkan Potensi Pohon dan Tiang Listrik Ambruk

Yovie Wicaksono - 6 January 2020
Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. Foto : (gesuri.id)

SR, Surabaya – Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengimbau masyarakat untuk proaktif memantau maupun melaporkan kondisi pohon, tiang listrik, maupun papan reklame di daerah masing-masing yang perpotensi ambruk akibat cuaca ekstrem.

“Kita mengimbau warga Kota Surabaya bila melihat kondisi pohon, tiang listrik atau fasilitas umum apapun yang membahayakan segera laporkan ke call center 112 agar segera kita tindak lanjuti,” ujarnya di Surabaya, Senin (6/1/2020).

Whisnu mengatakan, Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan langkah antisipasi dengan mengerahkan tim satgas hingga tingkat kelurahan dan kecamatan untuk melakukan pengecekan kondisi tiang, pohon dan fasilitas umum lainnya yang berpotensi membahayakan dalam cuaca seperti ini.

Terkait wilayah yang berpotensi besar terjadi bencana akibat cuaca ekstrem di Surabaya, Whisnu mengatakan tidak ada klasifikasi khusus, pihaknya memantau seluruh titik di Surabaya, karena menurutnya, di perkotaan seluruh wilayah merupakan titik vital.

“Jadi khususnya memang yang berada di jalan-jalan raya yang memang ramai atau dikawasan padat penduduk, nah itu yang kita prioritaskan,” tandasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan potensi cuaca ekstrem selama periode 6 – 12 Januari 2020 yang menimbulkan curah hujan dengan intensitas lebat yang disertai kilat, petir dan angin kencang di beberapa wilayah di Jawa Timur.

Hal tersebut terjadi karena adanya pola tekanan rendah berupa bibit siklon tropis di Samudra Hindia sebelah selatan wilayah Nusa Tenggara (91S) yang menyebabkan terbentuknya pola pertemuan angin atau konvergensi di sepanjang wilayah Jawa Timur.

Dari analisa Madden Julian Oscillation (MJO) mulai menguat yang mengindikasikan suplai uap air meningkat. Selain itu, saat ini wilayah Jawa Timur juga sudah mendekati puncak musim hujan. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.