Warga Urang Agung Selipkan Harapan Lewat Penanaman “Pohon Kehidupan”
SR, Sidoarjo – Situs Cagar Budaya Sendang Agung Sidoarjo menjadi saksi bisu aksi pelestarian alam bertajuk “Tanam Pohon Kehidupan”. Dimana kegiatan tersebut menjadi rangkaian grebek Suro oleh warga Urang Agung, Sidoarjo, Selasa (16/6/2026).
Ketua Paguyuban Sendang Agung, Siswo Adi Tjahyono menyebut, penanaman pohon bukan hanya bagian seremoni. Melainkan simbol komitmen mereka untuk menjaga ekosistem lingkungan hidup di area situs bersejarah.
“Yang ditanam di lingkungan situs adalah jenis pohon Asam Jawa. Kami meyakini pohon Asam Jawa ini memiliki filosofi dan karakteristik ketahanannya yang luar biasa,” kata Siswo di temui di lokasi penanaman pohon.
Dikatakannya, pohon Asam Jawa secara biologis memiliki kulit batang yang tebal dan sistem akar tunggang yang menghujam kuat ke dalam bumi. Sifat unik ini membuatnya mampu bertahan hidup di tengah kondisi tanah yang kering sekalipun, sekaligus memberikan jaminan usia yang sangat panjang hingga mencapai ratusan tahun.
“Pohon Asam Jawa itu memiliki karakteristik yang sangat kuat, mulai dari akar, kulit, hingga daunnya yang rindang. Pohon ini sanggup bertahan hidup hingga ratusan tahun, sehingga kami jadikan simbol untuk melestarikan lingkungan hidup,” kata Siswo.
Dalam prosesi tersebut, lanjutnya, dua bibit pohon asem yang disediakan secara swadaya oleh paguyuban ditanam secara simbolis di sekitar area situs. Bersama pihak Kelurahan Urang Agung dan perwakilan pengurus Paguyuban Sendang Agung sebagai tanda sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, pelestarian lingkungan ini sangat penting mengingat Sendang Agung merupakan situs kuno dengan struktur bangunan tiga lapis. Berdasarkan riset, lapisan terdalam di kedalaman 5-6 meter disinyalir berasal dari tahun 600-an, sezaman dengan material Kerajaan Kediri.
Melalui penanaman bibit ini, terselip doa agar Situs Sendang Agung dapat terus berdiri kokoh dan dikenang oleh anak cucu hingga ratusan tahun yang akan datang. Tempat ini diharapkan abadi sebagai saksi bisu berkumpulnya ratusan warga yang senantiasa merindukan kerukunan, keselamatan, dan kesejahteraan bersama
Di sisi lain, Lurah Urang Agung, Astuti mengapresiasi langkah paguyuban yang terus melestarikan situs Sendang Agung hingga akhirnya resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Sidoarjo. la menekankan pentingnya menjaga aset sejarah tersebut agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
“Terima kasih kepada paguyuban yang sudah merawat tempat ini. Selain tumpengan, adanya penanaman pohon ini menjadi pelengkap yang barokah bagi lingkungan kita semua,” tutur Lurah di hadapan para tokoh masyarakat dan pemuda Karang Taruna. (hk/red)
Tags: gerebeg suro, pohon asam jawa, sendang agung, sidoarjo, superradio.id, urang agung
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





