Darmadi Ingatkan Kenaikan Pertamax Sebabkan Jumlah Kelas Menengah Merosot
SR, Surabaya – Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, memperingatkan pemerintah potensi efek domino dari lonjakan harga Pertamax yang akan memukul telak ekonomi 169 juta penduduk kelas menengah.
Seperti diketahui, per 10 Juni 2026, harga Pertamax resmi naik Rp. 3.950, dari Rp. 12.300 menjadi Rp16.250 per liter (untuk wilayah Jawa termasuk Surabaya).
Menurutnya, kelompok ini paling terdampak karena mayoritas pengguna aktif Pertamax. Otomatis pengeluaran rumah tangga naik drastis, sedangkan pendapatan (income) mereka cenderung stagnan.
Terlebih kelas menengah merupakan kelompok yang tidak tersentuh oleh skema bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Alhasil daya beli menurun dan meningkatkan potensi risiko sistemik yang dapat merambat ke sektor keuangan.
Hal ini sangat miris. Mengingat kelas menengah memegang peran penting dalam perekonomian nasional sebagai pembayar pajak, pengguna kredit perbankan, pembeli rumah, hingga penggerak konsumsi domestik.
Terlebih konsumsi rumah tangga merupakan mesin utama penggerak ekonomi yang menyumbang 56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). “Maka yang akan terjadi adalah daya beli turun dan itu akan memengaruhi daya beli masyarakat secara luas,” ujar Darmadi saat ditemui di DPD PDI Perjuangan Jatim, Rabu (17/6/2026).
Selain itu, kelompok ekonomi menengah dikenal punya beban kewajiban finansial yang tetap, seperti cicilan perumahan (KPR) dan kendaraan bermotor. Dengan tersedotnya pendapatan untuk biaya energi, kemampuan mereka untuk membayar cicilan tersebut diprediksi akan menurun.
Hal ini, dikhawatirkan akan memicu kenaikan angka kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) di sektor perbankan. “Di banyak negara, kelas menengah ini yang bergerak dan itu yang merubuhkan pemerintah, contohnya di Chili,” sebutnya.
Untuk itu anggota Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Industri, Perdagangan, dan Tenaga Kerja itu mendesak pemerintah untuk segera merumuskan solusi konkret bagi kelompok ini. “Sekarang apa langkah pemerintah untuk bisa menyelamatkan mereka? Ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena domino efeknya sangat panjang,” tegasnya.
Sekadar informasi, jumlah kelas menengah dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia terus menyusut. Berdasarkan data BPS, jumlah kelas menengah turun dari 57,33 juta orang pada 2019 menjadi 47,85 juta orang pada 2024. (hk/red)
Tags: darmadi, efek domino, fraksi PDIP, komisi vi, Pertamax naik, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





