Darmadi Desak Pemerintah Jamin Stok Pertalite Cegah Gejolak Sosial

Rudy Hartono - 18 June 2026
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto saat ditemui di kantor PDI Perjuangan Jatim, Rabu (17/6/2026).(foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto mengingatkan pemerintah untuk tak hanya fokus pada ketersediaan stok Pertamax pasca kenaikan harga, melainkan juga pada pasokan Pertalite di lapangan.

Hal ini mengingat kesenjangan harga BBM yang telah memicu fenomena switching atau perpindahan konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi secara masif.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Industri, Perdagangan, dan Tenaga Kerja itu menyatakan, daya beli yang tergerus memaksa warga yang sebelumnya menggunakan Pertamax kini beralih ke Pertalite. Lonjakan permintaan Pertalite yang tak terukur inilah yang dikhawatirkan menyebabkan antrean panjang di SPBU hingga kelangkaan stok di berbagai wilayah.

“Kalau ini tidak diantisipasi, maka tidak heran jika di tiap wilayah terjadi antrean panjang, bahkan stoknya kosong. Itu akan menimbulkan ketidakstabilan sosial,” kata Darmadi, Rabu (17/6/2026).

Kondisi ini, lanjutnya, menjadi bom waktu yang dapat mengancam ketertiban umum jika masyarakat kesulitan mendapatkan akses energi terjangkau.

Pihaknya pun mengingatkan pemerintah agar belajar dari sejarah di berbagai negara, salah satunya adalah Chili Amerika Selatan. Di negara tersebut, pergerakan kelas menengah yang merasa terdesak secara ekonomi menjadi pemicu gejolak sosial yang berdampak panjang bagi kestabilan negara.

Memang, lanjutnya, saat ini kelas menengah di Indonesia memang belum menunjukkan tanda-tanda pergerakan serupa. Namun potensi itu tetap ada jika tekanan ekonomi terus berlanjut tanpa mitigasi yang tepat.

Kelangkaan Pertalite akibat migrasi konsumen Pertamax bisa menjadi pemicu ketegangan di tingkat akar rumput. “Sekarang indonesia belum bergerak kelas menengahnya, tapi kalau terus menerus terdesak maka akibatnya bisa panjang,” sebutnya.

Oleh karena itu, PDI Perjuangan meminta pemerintah segera melakukan langkah antisipasi stok BBM Pertalite di seluruh wilayah Indonesia. Menjamin ketersediaan BBM bersubsidi dianggap sebagai kunci utama untuk meredam potensi kerusuhan dan menjaga stabilitas sosial di tengah tekanan inflasi energi.

“Itu akan menimbulkan ketidakstabilan sosial. Jadi haris ada antisipasi stok BBM pertalite, jangan hanya fokus di pertamax karena terjadi switching dari pertamax ke pertalite karena daya beli yang gaada tersebut,” pungkasnya.

Adapun, antrean panjang Pertalite terjadi hampir merata di berbagai wilayah Indonesia akibat migrasi massal konsumen pascakenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter.

Berdasarkan pantauan terkini di media sosial dan pemberitaan, antrean panjang pertalite hampir merata. Mulai dari Jakarta, bogor dan sekitarnya, Subang, Surabaya dan Gresik, Madura, hingga Samarinda. (hk/red)

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.