Naura Shifa Siswi Berbakat di Keterbatasan SDN 4 Kendangsari
SR, Surabaya – Di tengah kemeriahan acara Purna Widya dan Pentas Seni SDN 4 Kendangsari, Kamis (18/6/2026), sebuah kejutan manis muncul dari sosok mungil yang naik ke atas panggung dengan penuh percaya diri. Riuh tepuk tangan penonton mengiringi langkah dai cilik, Naura Shifa Az Zahra, siswi kelas 1 SD sekolah itu.
Dengan percaya diri dan suara lantang Naura menyampaikan tausiyah bertema 1 Muharram 1448 H. Namun, kejutan sesungguhnya terjadi tepat setelah gema dakwahnya berakhir. Tanpa menunggu lama, bocah yang akrab disapa Naura ini segera bergegas ke belakang panggung berganti kostum.
Hanya dalam hitungan menit, ia kembali muncul di hadapan publik, namun kali ini bukan sebagai dai cilik, melainkan sebagai penari yang luwes mengikuti irama musik. Kemampuan Naura berpindah peran dari seorang pendakwah ke penari dalam satu waktu bukanlah hal yang biasa bagi anak seusianya.
“Iya, tadi sempat deg-degan sedikit, tapi seru karena sudah biasa ikut lomba. Habis ceramah tadi langsung buru-buru ganti baju buat nari. Aku memang suka dua-duanya, suka ngomong di depan orang dan suka menari juga,” ujar siswi warga Rungkut Mejoyo Surabaya itu sambil menebar senyum.
Fenomena siswa multitalenta seperti Naura rupanya menjadi cerminan kondisi SDN 4 Kendangsari. Kepala Sekolah, Shofy Alfu Khasanah MPd menjelaskan bahwa letak sekolah yang dikelilingi oleh pemukiman mahasiswa membuat jumlah murid mereka menjadi yang paling sedikit di wilayah Rungkut. Kondisi ini memaksa sekolah untuk menerapkan strategi khusus dalam menjaring minat dan bakat siswa agar tetap bisa bersaing.
“Jumlah murid kami sedikit, mencari bakat itu susah-susah gampang. Untuk menggali potensi siswa, sekolah kami membolehkan satu anak bisa mengikuti lebih dari satu ekstra kurikuler. Dan benar saja ada siswa yang ikut lima ekstrakurikuler sekaligus,” jelas Shofy. Strategi ini secara alami membentuk siswa-siswanya menjadi individu yang serba bisa dan mampu mengisi berbagai peran dalam satu acara.

Shofy menambahkan bahwa melihat satu siswa tampil dalam tiga hingga lima pertunjukan berbeda adalah hal yang lazim di sekolahnya. “Akhirnya itu tadi, ada satu anak itu bisa tiga penampilan sekaligus, termasuk yang tampil nari tadi,” tambahnya merujuk pada aksi Naura.
Upaya sekolah dalam mengasah kreativitas dan rasa percaya diri siswa meskipun dengan dana minim menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk melahirkan bibit-bibit unggul yang berani tampil di depan publik. Dukungan wali murid menjadi bahan bakar utama bagi kesuksesan anak-anak seperti Naura.
Bagi Shofy, prestasi anak didik di atas panggung adalah kebanggaan yang tak ternilai harganya. Ia berharap bakat-bakat ini terus berkembang seiring dengan penguatan karakter yang menjadi fondasi utama di sekolahnya. “Pesan saya nomor satu adalah jaga akhlaknya. Karakternya dijaga karena bagaimanapun juga kita jadi apapun itu yang dilihat adalah karakter,” pungkasnya memberikan pesan mendalam bagi seluruh siswanya. (js/red)
Tags: naura shifa, sdn 4 kendangsari, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





