Penjual Es Difabel Ikut Demo Mahasiswa Surabaya Suarakan Keadilan

Rudy Hartono - 17 June 2026
Aan, disabilitas penjual kopi kelilinh menyampaikan orasi saat demo mahasiswa di Surabaya, Rabu (17/6/2026) (net)

SR, Surabaya – Penyandang disabilitas yang merupakan penjual es turut hadir di tengah-tengah massa aksi demo aliansi mahasiswa Surabaya di depan Gedung Grahadi, Rabu (17/6/2026). Ia tampil di tengah ribuan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Univeristas Airlangga, BEM Seluruh Indonesia (SI) dan Aliansi BEM Surabaya (ABS).

Pria tersebut bernama Aan, penjual es yang juga penyandang disabilitas intelektual muncul saat orator menyampaikan aspirasi di tengah-tengah aksi.  Kemunculan Aan menjadi sorotan seluruh massa aksi. “Hidup mahasiswa! Hidup mahasiswa!” teriak Aan meski dengan suara yang tidak begitu jelas.

Tidak hanya itu, Aan biasa berjualan di sekitar Jalan Gubernur Suryo juga bersuara mengkritik program makan bergizi gratis (MBG). “MBG merajalela, MBG merajalela, tingkatkan kesejahteraan, tingkatkan kesejahteraan,” ucap pedagang minuman sambil memikul dagangan di tangan kirinya.

Partisipasi pria disabilitas dalam aksi  itu menunjukkan tingginya perhatian masyarakat tidak hanya dari mahasiswa tetapi juga masyarakat sipil dalam ikut aksi memperjuangkan hak-hak rakyat.

Sementara elemen mahasiswa membentuk barisan setengah lingkaran sambil membentangkan berbagai bendera dan poster bernada kritik. Seperti poster yang bertuliskan “Jangan Andalkan Lantai Kamar Mandi Ini Perihal Nasibmu Sendiri!”. Ada pula poster yang bertuliskan “Di Atas Reformasi, Orde Baru Bangkit Kembali” dan poster bertulis “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab? More Like Kemanusiaan yang Adil dan Selektif”.

Sebelumnya Presiden BEM Unair M Rizqi Senja Virawan mengatakan, aksi tersebut digelar untuk menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak efektif dan membebani anggaran negara. Senja menyebut, pihaknya telah menyusun 16 tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi.

Dari seluruh tuntutan itu, ada beberapa poin yang menjadi fokus utama. “Untuk tuntutan kami itu sebetulnya ada 16. Cuma kalau untuk tuntutan utamanya itu adalah hentikan program Makan Bergizi Gratis sama Koperasi Desa Merah Putih. Lalu ada cabut Undang-undang Polri dan Undang-undang TNI. Itu yang menjadi tuntutan paling utama,” kata Rizqi

Selain itu, mahasiswa juga mendesak percepatan pembahasan dan pengesahan RUU Perampasan Aset serta RUU Masyarakat Adat. Mereka juga menolak militerisme dan meminta militer dikembalikan pada fungsi pertahanan negara sesuai prinsip supremasi sipil. Tuntutan lainnya antara lain menghentikan tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil, membebaskan seluruh tahanan politik tanpa syarat, menjamin kesejahteraan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan tenaga kesehatan, hingga menjamin kebebasan pers. (*/red)

 

 

 

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.