Wawasan Kebangsaan Kuatkan Kapasitas Kader Perempuan

Yovie Wicaksono - 24 January 2022

SR, Surabaya – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Agatha Retnosari menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di gedung pertemuan Widya Kartika pada Minggu (24/1/2022).

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini ia melibatkan kader-kader perempuan dari  DPC PDI Perjuangan Surabaya sebagai peserta. 

“Pesertanya kita ambil dari 31 kecamatan dan 154 lelurahan di kota Surabaya,” ujarnya.

“Alasan ada wawasan kebangsaan untuk kader perempuan ini yang pertama untuk rekrutmen dan kaderisasi. Maka kalau tidak ada kaderisasi, kekhawatiran nya itu tidak muncul kader perempuan yang potensial,” sambungnya.

Bertemakan “Peningkatan Kapasitas Kader Politik Perempuan” acara tersebut menghadirkan narasumber yang berbicara tentang pengenalan gender dan keterkaitannya dalam organisasi. 

Agatha menyadari, selama ini keterlibatan perempuan di dunia politik masih sangat minim. Sehingga perlu ditingkatkan agar nantinya advokasi yang dihasilkan dapat langsung berdampak positif pada kepentingan para perempuan.

“Dengan wawasan kebangsaan ini kan kalau kita bicara tentang kepentingan perempuan itu tidak hanya pure tentang perempuan, tetapi kepentingan perempuan itu juga kepentingan anak, juga keluarga,” katanya.

Pelatihan pertama ini, lanjutnya, akan terus berkelanjutan demi menghasilkan kader-kader yang berkapasitas bagus. Rencananya pelatihan kedua akan dilakukan pada Maret mendatang.

“Jadi kita tahu dari pelatihan pertama ini hasilnya begini. Nanti di pelatihan kedua output nya sudah jelas yakni kita akan membentuk kader-kader perempuan ini untuk bisa bergerak di lapangan,” ungkapnya.

Ia pun berharap, nantinya seluruh kader baik laki-laki maupun perempuan memiliki kemampuan yang bagus untuk terjun langsung melayani rakyat.

“Harapannya kader PDI Perjuangan baik yang laki-laki maupun perempuan mempunya kemampuan yang cukup bahkan lebih untuk bisa turun langsung melayani rakyat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Adi Sutarwijono turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya pendidikan politik pertama di Surabaya ini sangat diperlukan guna menghasilkan kapasitas yang bagus.

“Sekarang mulailah kader politik PDI perjuangan kita berikan muatan kapasitas diri, kita semua sangat berharap penguatan politik perempuan semakin diperkuat,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya ini.

Hal serupa juga disampaikan oleh anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Dyah Katarina. Ia menyebut, sosialisasi tentang kesetaraan gender memang perlu terus digaungkan.

“Saya senang sekali, memang di DPC belum pernah melaksanakan peningkatan kapasitas khusus kader politik perempuan,” ungkapnya.

Dyah berharap, kegiatan ini akan terus berkelanjutan  agar kedepannya tidak ada lagi ketimpangan persepsi di masyarakat.

“Semoga ini menjadi awal, nanti ada pelatihan dan pembekalan lanjutan khusus untuk penguatan perempuan. Ini langkah yang bagus, sehingga seiring juga dengan program pemerintah tentang kesetaraan gender. Karena kalau persepsi tentang gender ini sudah sama maka akan memudahkan untuk hidup berdampingan,” ungkapnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.