Warga Positif Covid Tolak Karantina, Komisi C DPRD Kota Kediri Tinjau Isoter

Yovie Wicaksono - 25 January 2022
Komisi C DPRD Kota Kediri Tinjau Isoter di Jalan Himalaya Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Senin (24/1/2022). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Merespon adanya informasi penolakan dari salah satu warga terpapar Covid-19 yang tidak ingin menjalani karantina di ruang Isolasi Terpadu (Isoter) lantaran prasarana dan kebersihannya yang tidak begitu terjaga dengan baik, Komisi C DPRD Kota Kediri langsung mendatangi Gedung Ruang Isolasi Terpadu di Jalan Himalaya Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Senin (24/1/2022).

Begitu rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C, Sunarsiwi Ganik Pramana datang dan berkeliling untuk meninjau  secara langsung prasarana bagunan fisik dan fasilitas yang ada disana, sejumlah tenaga teknisi dari Dinas Kimpraswil terlihat memperbaiki sejumlah lampu penerangan diluar gedung ruang Isolasi Terpadu, yang dulunya merupakan bangunan Balai Latihan Kerja ini.

Ketua Komisi C, Sunarsiwi Ganik Pramana mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi jika ada salah satu warga yang menolak ditempatkan di Isoter. 

“Kemarin ada kasus bahwa ada penolakan, kita kemudian meninjau secara langsung kesiapan tempat Isoter ini. Memang ini masih dalam proses pembenahan. Beberapa fasilitas dalam perbaikan, tadi Ibu Indun dari Kepala BPBD sudah menyampaikan bahwa bersama dengan dinas lainnya, untuk menyiapkan ruangan ini dengan sebaiknya,” katanya.

Terkait hal itu, pihaknya memberikan saran dan masukan agar lebih ditingkatkan lagi prasarana dan kebersihan  yang ada sekarang ini. 

“Ruangan nakesnya kan ibaratnya belum difungsikan, itu kan jadi kayak gudang. Terus lampu masih dibenahi, terutama ini tadi nyamuknya banyak. Apalagi sekarang kan lagi Demam Berdarah dan Chikungunya,” ujar legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh menambahkan, pihaknya sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, DLHKP, Satpol PP dan Perkim untuk perbaikan fasilitas. 

“Cuman memang setelah BLK off selama 2 bulan kan memang kita butuh waktu untuk melakukan pembersihan. Dan paling penting tadi, kita akan melakukan fogging secara rutin seminggu 3 kali dengan Dinkes untuk sejumlah ruangan yang ada di BLK. Belum saya komunikasikan dengan Dinkes habis ini. Banyak masukan dari Anggota Dewan tadi tentang fasilitas dan kesehatan,” katanya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.