Wapres JK Tinjau Pembangunan Huntap Korban Bencana Palu

Yovie Wicaksono - 7 October 2019
Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau hunian tetap untuk korban gempa, tsunami dan likuefaksi yang dibangun Yayasan Buddha Zhu Chi di lokasi relokasi Kelurahan Tondo, Kota Palu, Senin (7/10/2019). Foto : (ANTARA)

SR, Palu – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) meninjau lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban bencana Kota Palu di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Senin (7/10/2019).

Melansir Antara, dalam kesempatan itu Wapres JK mempertanyakan perkembangan pembangunan huntap serta pembebasan lahan  di kawasan relokasi yang direncanakan akan dihuni pengungsi korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi dari Kelurahan Balaroa, Duyu maupun Lere.

“Ini bagaimana perkembangannya,” tanya JK sambil menunjuk peta huntap di kawasan pembangunan Huntap Duyu.

Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto yang mendampingi Wapres JK menjelaskan jika di atas tanah seluas 38 hektare tersebut sedang dibangun 831 unit huntap dengan luas bangunan 36 meter persegi dengan ukuran kavling 150 meter persegi.

“Lahan land clearing dan land development 15,6 hektare dan lahan yang belum clear 23 hektare,” sebutnya.

Meski begitu, ia memastikan lahan tersebut akan tetap dimanfaatkan untuk pembangunan huntap dan fasilitas sosial serta fasilitas umum sembari proses land clearing terhadap kawasan itu.

“Di sini juga sudah ada sumber air bersihnya, debit airnya tujuh liter per detik. Kita upayakan pembangunan huntap untuk korban bencana di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala rampung pada 2020,” ujarnya.

“Kami juga melakukan penghijauan di sini (kawasan relokasi dan Huntap Duyu) sesuai dengan permintaan Bapak Wapres. Kami mohon kesediaan bapak untuk secara simbolis menanam pohon di sini,” pintanya.

Kemudian, Wapres JK menyempatkan melihat kondisi salah satu huntap yang telah rampung dan menanam salah satu bibit pohon. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.