Ada 14 Potensi Bencana di Jatim, BPBD Imbau Masyarakat Tingkatkan Mitigasi

Yovie Wicaksono - 8 August 2022
Gunung Semeru di Jawa Timur meletus dan mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Sabtu (16/1/2021) sore pukul 17.24 WIB. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Budi Santosa mengimbau masyarakat untuk peka terhadap perubahan kondisi alam yang berpotensi menimbulkan bencana. 

Ia menjelaskan, total ada 14 potensi bencana yang mengancam kawasan Jawa Timur. Mulai dari yang bersifat alam, non alam, hingga sosial. Diantaranya, tsunami, gempa, letusan gunung, banjir, perubahan iklim ekstrem, dan sebagainya.

“Yang bersifat alam itu seperti tsunami, gempa itu tidak bisa diprediksikan tapi yang lain itu bisa diprediksikan,” kata Budi Santosa.

Dari hal tersebut, kata Budi, terdapat bencana yang sebetulnya dapat dicegah jika semua pihak mau menjaga alam. 

“Karena dari kejadian Semeru dan lainnya itu karena kerusakan alam eksploitasi pasir, eksploitasi alam artinya tanaman rusak, ada juga yang eksploitasi tanaman jadi alam rusak, ada juga yang karena perilaku tidak etis,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya meminta seluruh pihak mengubah pola pemahaman dari yang berfokus pada pembangunan menjadi melakukan pembangunan dengan memperhatikan potensi kerusakan alam yang ditimbulkan. 

“Karena itu kalau bisa kita mengadakan suatu bentuk mitigasi pencegahan dengan menjaga alam, lingkungan, tutur kata dan lainnya,” jelasnya.

Disamping itu, masyarakat juga perlu memahami antisipasi bencana yang akan datang. Perlu kesadaran dan kesiagaan untuk tidak mengeksploitasi alam agar alam juga menjaga kita.

Hal ini bisa dimulai dengan rutin membersihkan sungai, merawat hutan, reboisasi, hingga penanaman mangrove untuk mencegah abrasi.

“Untuk masyarakat upayakan ada suatu gerakan mental dari masyarakat terhadap gerakan yang sudah digerakkan baik oleh orang tua atau sesepuh dan pemerintah kalau bisa ada harmonisasi di dalamnya,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.