Uniknya Filosofi dan Budaya Lokal di Jersey Tim Soekarno Cup 2026
SR, Surabaya – Lebih dari sekadar seragam pertandingan, jersey yang dikenakan para pemain di Soekarno Cup 2026 menjadi medium bercerita tentang kebanggaan daerah, inovasi tekstil, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Bagaimana tidak. Turnamen yang pembukaannya digelar di Stadion Gelora 10 Nopember itu, memamerkan karya tiap provinsi mengombinasikan teknologi pakaian olahraga dengan sentuhan budaya orisinal.
Salah satunya tim Banteng FC Jawa Timur. Tuan rumah Soekarno cup 2026 ini tidak hanya fokus pada estetika tetapi juga performa kostum yang dikenakan.

Sekretaris Tim Banteng FC Jatim, Andrian, menyebut, secara visual, jersey home berwarna hijau ini memadukan semangat dan sejarah perjuangan. Tampak jersey dengan slogan “Jatim Wani” itu memasukan kisah perang di jembatan merah yang penuh historis.
Memberi penghormatan terhadap sejarah kota pahlawan. Sekaligus kekuatan untuk memertahankan gelar juara Soekarno Cup.
“Kita mengusung tema ‘Wani’ sebagai kekuatan orang Jawa Timur. Kami berikan yang terbaik dari bahan hingga semuanya agar pemain termotivasi mempertahankan juara,” ujarnya.
Tak hanya itu. Pihaknya juga turut memberdayakan UMKM lokal dalam proses pembuatan. Andrian menyebut, seluruh jersey diproduksi asal Jombang yang sudah berpengalaman menangani tim liga profesional.
Fokus utama pengembangan jersey tahun ini, adalah inovasi kenyamanan dengan menggunakan bahan teringan dan terbaik saat ini serta cutting yang mengikuti lekuk tubuh pemain untuk menunjang pergerakan di lapangan.
“Kita semakin tahun semakin berinovasi. Jadi kita mengutamakan terkait kenyamanan pemain di lapangan, membuat pemain terasa lebih ringan dan bahan yang kita pilih adalah bahan terbaik untuk saat ini,” ucapnya saat ditemui di match meeting rilis jersey, Minggu (9/8/2026).

Papua Raya: Ukiran Selatan dan Identitas Warna
Senada dengan Jatim, Tim Papua Raya hadir dengan jersey yang kental akan identitas visual daerah dan sejarah sepak bola mereka.
Menggunakan perpaduan warna merah dan hitam, jersey ini merujuk pada identitas ganda. Yakni warna kebanggaan PDI Perjuangan serta warna identik Persipura Jayapura.
Manajer Tim Papua Raya Mukri Hamadi mengatakan, keunikan utamanya terletak pada ornamen ukiran khas Papua Selatan yang disematkan pada bagian merah jersey. Dimana ornamen fisik, terdapat pesan emosional melalui tagline “Satu Hati, Satu Arah” .
Ia pun menjelaskan, bahwa ornamen dan tagline tersebut bertujuan menyatukan hati seluruh tim dalam meningkatkan persepakbolaan Indonesia.
“Itu untuk memberikan semangat kepada semua pemain, tapi juga kepada semua tim yang dalam kompetisi ini. Walaupun kita bertanding tetapi tetap kita satu hati dan satu tujuan untuk meningkatkan persatuan kita di Indonesia,” jelasnya.

DI Yogyakarta : Produk Sleman dengan Filosofi Api
Masih dengan semangat yang sama, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membawa jersey berwarna hitam dengan ornamen banteng yang menonjol.
Direktur Tim Yogyakarta Susanto Dwi Antoro, menyebut, desain tersebut menonjolkan lambang banteng dengan filosofi semangat yang tidak pernah padam.
Hasil pemikiran kreatif yang diwujudkan lewat kolaborasi dengan UMKM lokal untuk dikerjakan bersama. Tepatnya Kabupaten Sleman, wilayah yang dikenal sebagai basis suporter militan Slemania.
Jersey ini, lanjutnya, berfungsi sebagai simbol pemersatu kekuatan dari empat kabupaten dan satu kota di Yogyakarta yang tergabung dalam satu klub.
“Nyala api ini wajib sebagai pemersatu kekuatan seluruh komponen sepak bola di yogya,” ungkapnya.
Bali: Tradisi Tridatu
Tak mau ketinggalan, tim sepakbola asal pulau dewata Bali turut unjuk kebolehan. Merancang jersey dengan filosofi mendalam.
Pihaknya tetap konsisten membawa identitas Tridatu (merah, putih, hitam) yang merupakan simbol keseimbangan dalam budaya Bali.
Seperti diketahui, Tridatu adalah jalinan tiga benang dengan warna merah, putih, dan hitam yang sakral bagi umat Hindu di Bali. Dimana masing-masing warna menjadi simbol perlindungan spiritual, pengingat hidup, dan identitas religius.
Sekretaris Tim Sepakbola Bali, I Made Subandi
menyebut, walau secara corak hanya terdapat sedikit perubahan dibanding musim sebelumnya, jersey ini tetap menonjolkan motif Banteng Bali yang menggambarkan ambisi besar untuk meraih gelar juara.
“Kita pakai Tridatu sebagai simbol keseimbangan. Dengan semangat Banteng Bali, jersey ini membawa ambisi kami menjadi juara,” jelasnya. (hk/red)
Tags: jersey, kompetisi, pdip, soekarno cup 2026, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





