Tjong Ping Imbau Masyarakat Ikut Berkontribusi Menstabilkan Harga Bapok di Pasaran

Yovie Wicaksono - 11 August 2022
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Go Tjong Ping. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Go Tjong Ping mengimbau masyarakat untuk ikut berkontribusi menstabilkan harga bahan pokok (bapok) di pasaran.

Seperti diketahui, Data Siskaperbapo per 11 Agustus menunjukan harga cabai keriting turun sekira Rp 2.800 menjadi Rp 61.185 per kilogram. Lalu cabai merah biasa turun Rp 3.800 menjadi Rp 59.795 per kilogram, cabai rawit turun Rp 5.500 menjadi Rp 49.565, dan beras berada di kisaran Rp 9.500-11.500 per kilogram.

“Kalau harga jatuh saya harap masyarakat itu ikut andil, contoh kalau telur tiap KK masyarakat beli 1 kg maka harga tidak akan turun jadi ikut berkontribusi agar harga stabil,” ujarnya.

Ia mengatakan, penurunan harga beberapa komoditas pangan di Jatim ini, memang menjadi kabar baik bagi masyarakat, namun juga perlu diperhatikan agar sebanding dengan penghasilan yang diterima petani.

“Petani ini banyak yang mengeluh pupuknya gak teratur. Harganya pun kalau beli subsidi itu tidak kuat, karena Rp 300ribu per sak itu berat untuk mereka,” ucap politisi PDI Perjuangan itu.

Tercatat, data terbaru Nilai Tukar Petani (NTP) per Juli 2022 menunjukan terjadi penurunan tertinggi di subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,36 persen dari 97,44 menjadi 97,09.

Hal tersebut, kata Tjong Ping merugikan petani karena secara tidak langsung hasil yang mereka terima lebih sedikit dibanding sebelumnya. Terlebih, cuaca sepanjang Juli cenderung hujan sehingga berpengaruh ke masa panen.

“Itu bisa turun karena curah hujan terlalu tinggi sehingga tanah ini tidak bisa bagus. Kalau hujan terus itu ibarat tanam padi, ketela pohon itu buahnya tidak bagus,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk melakukan penyuluhan mendalam terkait masalah yang melanda petani dan mempermudah pembelian pupuknya.

“Masalah pupuk jangan sampai telat, lalu masalah pertanian ini perlu penyuluhan yang mendalam terutama padi, kalau jagung sudah berlimpah, maka pemerintah harus turun tangan dengan penurunan ini,” tuturnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak memanfaatkan keadaan dengan menimbun bahan pokok saat harga murah, agar tidak terjadi lagi lonjakan harga yang menyengsarakan semua pihak.

“Jadi kalau harga stabil maka rakyat juga ikut menyanggah ekonomi kerakyatan. Kalau harganya melonjak gak usah dibeli karena rakyat malah menjerit,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.