Potret Usaha Kolektif Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dan Kelompok Marjinal Akar Rumput

Yovie Wicaksono - 18 December 2023

SR, Sidoarjo – Perwujudan keadilan dan kesetaraan gender dapat dimulai dengan meningkatkan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan dan kelompok marjinal. Namun, budaya yang lebih menguntungkan salah satu jenis kelamin dan kelompok tertentu sering menutup kesempatan bagi perempuan dan kelompok marjinal untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi.

Melihat kondisi ini, Kelompok Perempuan dan Sumber-Sumber Kehidupan (KPS2K) menginisiasi terbentuknya Komunitas Pasar Online Jaya Mandiri Sidoarjo (Paslon JM). Wadah perempuan dan kelompok marjinal pelaku UMKM di Sidoarjo untuk mendorong tumbuhnya ekonomi dari akar rumput.

“Komunitas Paslon JM ini merupakan grup atau wadah yang isinya beragam, mulai dari penjual dan pembeli. Jadi setiap hari ada tranaksi disitu. Utamanya, usaha-usaha milik perempuan dan kelompok marjinal,” ujar Direktur Eksekutif KPS2K, Iva Hasanah dalam acara Festival for Women’s Economic Empowerment (Wee Fest) sekaligus launching Komunitas Paslon JM Sidoarjo, Minggu (17/12/2023).

Iva menambahkan, konsep Komunitas Paslon JM ini dibangun dari bawah dimulai dari grup WhatsApp beranggotakan 3 orang hingga kini berjumlah 100 orang anggota dalam waktu satu bulan.

“Antusias masyarakat terhadap komunitas ini sangat tinggi karena karena penjual dan pembeli masih dalam satu komunitas masyarakat yang berdekatan. Memang konstruksinya adalah sebuah pasar tetapi dalam bentuk online. Juga semua pihak diuntungkan dan transaksi itu nyata adanya,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, Paslon JM bukan hanya jual beli melainkan menjadi laboratorium untuk riset dan pengembangan berkelanjutan.

“Pengembangan kedepan mungkin lebih ke pengadaan katalog dan aplikasi yang ramah disabilitas dan mudah digunakan bagi perempuan-perempuan. Juga akan kita kembangkan dalam waktu dekat Pasar Online Gresik di bulan April dan Pasar Online Lumajang di bulan ramadhan mendatang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Paslon JM, Yusnita Surya Ningsih mengungkapkan, komunitas ini menjadi wadah pemberdayaan ekonomi perempuan dan kelompok marjinal melalui penguatan motivasi dan kepercayaan diri.

“Komunitas Paslon JM ini salah satu tujuannya adalah memberdayakan perempuan dan kelompok marjinal. Mereka yang dulunya nggak pernah bersosialisasi, akhirnya dengan adanya komunitas ini mereka bisa berkolaborasi, karena sesama perempuan dan rasa saling memiliki tinggi,” ujarnya.

Komunitas ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk melakukan pemberdayaan ekonomi perempuan dan kelompok marjinal akar rumput yang terkoordinasi, efektif, efisien dan berkelanjutan melalui kolaborasi.

“Kita juga masih menerima anggota sebanyak banyaknya, bukan hanya Sidoarjo. Pendaftaran tanpa dipungut biaya karena kita berkolaborasi. Pendaftaran melalui link yang telah disediakan,” ujarnya.

Komunitas Paslon JM hadir sebagai sarana penguatan diri perempuan dan kelompok marjinal secara kolektif melalui pemberdayaan ekonomi akar rumput.

“Tidak ada perempuan yang lemah, semuanya kuat. Semoga kedepannya tidak ada kekerasan dan tidak ada diskriminasi terhadap perempuan. Pemberdayaan seperti itu bisa dimulai dari diri kita dan orang-orang sekeliling kita. Pastinya menjadi perempuan haruslah kuat, itu saja,” pungkasnya. (nio/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.