Tirto Minta Dukungan Anggota DPRD Sidoarjo Tambah 6 Titik Gelar Wayang Gagrak Porongan
SR, Sidoarjo – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo, Dr Tirto Adi MPd masih berharap gelaran wayang kulit gagrak Porongan Sidoarjo bisa terselenggara di 18 kecamatan atau seluruh kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Sementara saat ini baru 12 titik di 12 Kecamatan yang disetujui APBD Sidoarjo.
Harapan Tirto dilontarkan kepada Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Pratama Yudhiarto yang menghadiri gelar wayang kulit Gagrak Porongan ke-5 di Kecamatan Sukodono, tepatnya di lokasi BUMDes Desa Suruh, Sabtu (6/9/2025).
“Sesungguhnya Dikbud sudah ajukan gelar wayang gagrak porongan untuk 18 titik kecamatan, yang disetujui 12 titik. Karena di sini hadir Pak Pratama, kami berharap jika ada perubahan anggaran, PAK, agar yang enam titik sisanya dapat disetujui anggarannya,” ucap Tirto lantang saat memberi sambutan pembuka acara gelar wayang kulit.
Ditambahkan Tirto, gelaran wayang kulit Gagrak Porongan merupakan salah satu Cagar Budaya Tak Benda Kabupaten Sidoarjo, sehingga layak untuk dilestarikan. Selain itu kesenian ini bisa memberi pekerjaan kepada banyak warga pelaku seni budaya maupun masyarakat biasa.
“Dengan anggaran wayang kulit ini, selain dalang juga memberi penghasilan kepada perawit, pesinden, usaha terop, usaha dekor panggung, dan sound system. Belum lagi aktivitas ekonomi lainnya,” kata Tirto.

Atas harapan penambahan titik gelaran wayang gagrak porongan, Pratama berjanji akan membawa aspirasi itu jika ada pembahasan perubahan APBD Kabupaten Sidoarjo.
“Melihat antusiasme masyarakat dan nilai pelestarian budaya, saya pasti akan masukkan usulan penambahan 6 titik jika ada perubahan anggaran melalui prosedur yang jelas,” kata Pratama kepada Super Radio. “Apalagi wayang kulit bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga warisan leluhur yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia,” tambahnya.
Adapun nilai plus dari pagelaran wayang kulit berdampak positif bagi tumbuh berkembangnya usaha kecil di desa tempat penyelenggaraan wayang kulit, bisa mengerakkan karang taruna misalnya untuk mengelola parkir.
“Ekononi rakyat akan berputar, apalagi jika camat atau kepala desa mengajak serta pejabat di bawahnya dan juga warganya berbondong-bondong menonton , maka di situlah nilai plus dari pagelaran wayang kulit ini,” cetusnya.
Dua Lakon Satu Cerita
Sementara itu Ki Suwaji yang menjadi dalang di acara gelaran itu menyebut malam itu ia akan memainkan dua lakon wayang tapi dalam satu cerita.
“Kali ini mainkan dua lakon jadi satu cerita, yaitu lakon Ngadegi Negara Gumbino dan Aryo Prabu Rukmo Kromo Satriya Saking Manduro. Meski dua lakon berbeda tapi alur ceritanya berhubungan,”kata Ki Suwaji.

Cerita singkatnya, Prabu Rukmo ingin mendirikan suatu negara, tapi belum sempat teralisasi keseluruhannya. Sementara itu di Suralaya atau kahyangan terjadi kerusuhan. Ada isyarat bahwa yang bisa menyudahi kerusuhan itu adalah Satriya Mandura Prabu Rukmo.
Dengan segala upaya, ketekunan, dan keberaniannya, akhirnya Prabu Rukmo bisa menyingkirkan provokator penyebab kerusuhan itu. Berkat jasanya itu, Prabu Rukmo mendapat hadiah seorang bidadari bernama Betari Rumbini. Selain cantik, bidadari itu juga guru tari di kahyangan. Selanjutnya Prabu Rukmu juga berhasil membangun Negara Gumbino.
“Moral cerita dari lakon tersebut, sesorang pemimpin harus berani mengambil risiko meski banyak halangan yang merintangi, cemoohan, fitnah dan sebagainya. Hanya dengan kerja keras maka hasilnya bisa lebih dari yang diinginkan, dalam lakon itu Prabu Rukmo bisa membangun negara dan bonus istri cantik dan pintar,” seloroh Ki Suwaji.

Pagelaran wayang di Desa Suruh, Kecamatan Sukodono merupakan rangkaian pertunjukan wayang kulit Gagrak Porongan kelima dari 12 pagelaran yang direncanakan.
Sebagai pembuka acara tampil penyanyi cilik Sidoarjo, karawitan, dan Tari Remo khas Jawa Timur. Tampak hadir menyaksikan wayang kulit yakni Camat Sukodono dan Forkompimcam, serta para dalang Gagrak Porongan. (ton/mg4/red)
Tags: anggaran, dprd sidoarjo, gagrak porongan, superradio.id, tirto adi
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





