Tips Menjaga Kualitas Rambut yang Diwarnai agar Tak Cepat Pudar

Yovie Wicaksono - 20 February 2022

SR, Jakarta – Mengganti warna rambut menjadi salah satu pilihan untuk menunjang penampilan agar terlihat lebih segar dan tak monoton.

Namun, perawatan yang tidak sesuai akan membuat warna rambut menjadi pudar dalam waktu singkat. Selain itu, beberapa tanda kerusakan juga akan terjadi, seperti rambut yang kering dan mudah patah.

Untuk mengatasi hal tersebut, penata rambut profesional Diana Hadisuwarno membagikan beberapa tips agar rambut yang diwarnai bisa awet dan tidak rusak.

Pertama, gunakanlah produk-produk perawatan yang diformulasikan khusus untuk rambut yang diwarnai.

“Rutin memakai shampo, conditioner, kemudian masker seminggu sekali, dan serum setelah keramas sebelum mengeringkan rambut. Jadi dalam kondisi basah, kita oleskan serum untuk memproteksi rambut dan memberikan nutrisi pada rambut,” kata Diana.

Kedua, jangan terlalu menggunakan alat styling rambut yang terlalu panas seperti catokan. Diana mengatakan, temperatur harus sangat diperhatikan saat menggunakan alat tersebut.

“Kan ada alat catok yang temperaturnya bisa dilihat. Maksimal itu 180 derajat, jangan lebih panas. Apalagi kalau rambut bleach itu lebih rendah lagi yaitu 165 derajat,” ujarnya.

Diana mengatakan, penggunaan alat styling yang terlalu panas akan membuat warna rambut cepat pudar. Selain itu, rambut juga akan menjadi kering, kasar, mudah patah, dan bercabang.

Ketiga, hindari keramas dengan air panas karena akan membuka kutikula sehingga warna rambut menjadi cepat pudar.

“Jadi kalaupun nggak kuat, pertamanya pakai air hangat, nanti di akhir tutup pakai air dingin. Sebaiknya sih pakai air dingin yang paling bagus,” kata Diana.

Terakhir, jangan terlalu sering mencuci rambut karena juga akan membuat rambut cepat kering dan warnanya pudar, terutama rambut yang dicat dengan teknik bleaching.

“Dua hari sekali okelah. Tapi kalau bisa, untuk warna-warna bleaching yang lebih terang malah aku saranin ke klien untuk lebih jarang (cuci rambut). Kalau nggak tahan, pakai dry shampoo,” ujarnya. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.