Tips Aman Pilih Pakaian Bekas

Yovie Wicaksono - 5 March 2023
Seorang pengunjung sedang memilih pakaian bekas di Pasar Loak Gembong Surabaya. Foto : (Super Radio/Rina Ananda)

SR, Surabaya – Pakaian bekas tidak bisa dijamin kebersihannya baik dari proses penjualan, pengiriman, maupun kebersihan dari pemakai sebelumnya. Adapun beberapa penyakit yang dapat dibawa oleh agen infeksi itu di antaranya adalah kudis (scabies) dan eksim atau dermatitis.

Dokter spesialis kulit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Arini Widodo membagikan beberapa tips dalam memilih pakaian bekas agar terhindar dari infeksi yang disebabkan virus, jamur, bakteri, hingga tungau.

1. Perhatikan kebersihan toko.

“Perhatikan, apakah toko tersebut mengutamakan kebersihan barang-barangnya atau tidak,” kata Arini.

Menurut Arini, akan lebih baik jika mengetahui siapa pemilik pakaian sebelumnya. Misalnya, adik yang memakai pakaian bekas kakaknya, dan sebagainya.

2. Perhatikan apakah ada noda yang menempel. 

Perhatikan noda yang menempel pada pakaian tersebut, baik yang disebabkan oleh kotoran, bercak darah, dan sebagainya.

3. Pastikan pakaian bekas yang hendak dibeli sudah dicuci.

Dengan mencium baunya, dari situ bisa menentukan apakah pakaian tersebut sudah dicuci atau belum. 

“Jangan beli yang belum dicuci karena bisa saja ada agen infeksi yang menempel di situ,” ujar Arini.

4. Hindari membeli pakaian dalam, handuk, selimut, sprei, dan topi bekas.

Jika membeli barang-barang tersebut dalam keadaan bekas, memiliki kemungkinan yang lebih besar sebagai media penularan penyakit.

5. Pilihlah pakaian yang ukurannya pas di badan.

“Kadang-kadang, membeli pakaian bekas itu terbatas pilihan ukurannya, sehingga banyak yang memaksakan ukuran. Padahal ini bisa jadi masalah. Misalnya, celana yang terlalu ketat dan tidak menyerap keringat akan memicu kelembaban dan infeksi jamur,” tutur Arini.

6. Bebas dari bahan kimia.

Pastikan untuk memilih pakaian yang bebas dari bahan kimia seperti disinfektan karena dapat memicu munculnya dermatitis.

Pada kondisi kulit tertentu seperti dermatitis atopik, Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) itu mengatakan, perlu ada perhatian khusus dalam memilih pakaian bekas, di antaranya pastikan pakaian bisa menyerap keringat dengan baik, bebas dari bahan alergi seperti tungau, debu rumah, bulu binatang, dan serbuk sari, serta hindari bahan wol.

“Biasanya, bahan wol bisa mengiritasi kulit pasien dermatitis atopik,” kata Arini yang kini sedang melanjutkan pendidikan master di Harvard Medical School ini. (*/vi/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.