DPRD Jatim Minta Rencana Pembangunan Islamic Science Park Terus Dimatangkan

Yovie Wicaksono - 12 November 2020
Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – DPRD Jatim meminta rencana pembangunan Islamic Science Park di kaki jembatan Suramadu sisi Madura untuk terus dimatangkan dan dikoordinasikan dengan Pemkab Bangkalan selaku pemilik wilayah lokasi yang akan dibangun proyek prestisius untuk pengungkit ekonomi Pulau Madura ini.

“Beberapa hari lalu Bupati Bangkalan menemui saya mendiskusikan soal kelanjutan rencana pembangunan Islamic Science Park dan upaya-upaya yang diperlukan untuk percepatan realisasinya,” kata Kusnadi, Rabu (11/11/2020).   

Menurut politisi asal PDI Perjuangan ini, studi kelayakan pembangunan Islamic Science Park memang sudah dilakukan pada 2019 lalu. Bahkan komunikasi dengan instansi pemerintah pusat hingga Wapres KH Ma’ruf Amin maupun investor yang akan ikut berpartisipasi mewujudkan Islamic Science Park. 

Namun memasuki 2020, lanjut Kusnadi, ada pandemi Covid-19 sehingga pemerintah fokus pada penanganan pandemi sehingga seluruh proyek infrastruktur yang sudah direncanakan ditunda karena anggarannya di refocusing untuk penanganan bencana non alam. 

“Bupati Bangkalan sangat berharap proyek itu segera terwujud sehingga Bangkalan bisa menjadi pintu gerbang kemajuan  Madura dalam berbagai sektor,” jelas politisi asal Sidoarjo ini.

Ia menyadari bahwa proyek yang masuk dalam Perpres No.80 tahun 2019 itu pembiayaannya tidak sepenuhnya ditanggung pemerintah. Melainkan ada yang ditanggung BUMN/BUMD, APBN/APBD dan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dimana proporsi pemerintah juga bukan mayoritas atau kisaran 40 persen saja.

“Proyek Islamic Science Park itu membutuhkan lahan sekitar 150 hektar, dan 41 hektar sudah ada dibebaskan BPWS dengan berbagai macam kendala karena BPWS tidak melibatkan pemerintah setempat. Jadi Bupati Bangkalan mohon hal tersebut disampaikan kepada Gubernur dan untuk proses pembebasan lahan kekurangannya supaya melibatkan Pemda sehingga tak muncul spekulan tanah yang bisa menjadi penghambat,” ungkap Kusnadi.    

Proyek pengungkit ekonomi Pulau Madura itu, lanjut Kusnadi, juga diharapkan oleh Bupati Bangkalan melibatkan tiga kabupaten lain seperti Sumenep, Sampang, dan Pamekasan. 

“Islamic Science Park itu juga membutuhkan sarana dan prasarana pendukung yang tentunya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, sehingga disinilah pentingnya melibatkan pemerintah daerah di Madura,” tambah pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim. 

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan mengundang para pihak terkait seperti BPWS hingga calon investor untuk mendapatkan gambaran proyek tersebut bisa dimulai kapan. Mengingat, dampak pandemi Covid-19 sangat memukul perekonomian di berbagai sektor.

“Kalau dibiayai pemerintah sendiri jelas tidak mungkin karena nilainya besar, sehingga perlu mengajak pihak swasta untuk bisa mewujudkan pembangunan Islamic Science Park dalam waktu dekat seperti yang diharapkan masyarakat Madura,” pungkas Kusnadi. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.