Tiadakan Pemesanan Tiket Online, Pengunjung KBS Kini Bisa Bayar Lewat E-Money

Yovie Wicaksono - 10 February 2022
Ilustrasi Kebun Binatang Surabaya. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Kebun Binatang Surabaya (KBS) terus berupaya meningkatkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Beberapa penyesuaian pun telah dilakukan, salah satunya dengan meniadakan pemesanan tiket secara online melalui website tiket.surabayazoo.co.id. 

Humas Kebun Binatang Surabaya, Agus Supangkat mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi kerumunan pengunjung yang menunggu giliran untuk masuk. Sebagai gantinya, sistem pembelian tiket, diubah menjadi non tunai melalui dompet digital seperti QRIS dan BRIZZI.

“Pembelian online sudah tidak ada, karena dari evaluasi, ada jeda nunggu itu jadi rawan kerumunan. sehingga kemarin diputuskan kalau pembayarannya di BRIZZI, QRIS sama Tiket Box mungkin sampai Mei 2022,” ujarnya, Kamis (10/2/2022).

Sistem e-ticketing ini, lanjutnya, masih dalam tahap sosialisasi. Sehingga nanti akan ada petugas yang membantu di tiap loket, dan jika ada pengunjung yang belum bisa menggunakan dompet digital dapat diarahkan dengan pembayaran tunai.

“Untuk pembelian tiket kita mengarah ke e-money non tunai, cuma ini masih jalan, bisa lewat BRIZZI ataupun QRIS, jadi bisa lewat OVO dan lainnya. Ini masih sosialisasi, kalau ada yang datang belum siap kita bantu tunai, tapi kita harap secepatnya  bisa non tunai,” ungkapnya.

Lantaran masih dalam masa Pandemi Covid-19, dan Surabaya menjadi kota dengan PPKM level 2, maka pihaknya melakukan beberapa upaya. Diantaranya, pembatasan kapasitas pengunjung menjadi 50 persen, penutupan beberapa wahana, dan satgas  mandiri yang berkeliling memastikan protokol kesehatan.

“Tetap harus lewat aplikasi PeduliLindungi, sebelum masuk harus lewat semprotan disinfektan, di dalam selalu kami ingatkan untuk protokol kesehatan. Kami juga punya tim satgas mandiri yang akan selalu mengingatkan pengunjung, kita sebar terutama di titik yang rawan kerumunan,” ucapnya.

“Wahana yang masih belum bisa dibuka dari awal pandemi itu kolam renang anak, kemudian di bulan November kemarin salah satu koleksi gajah KBS itu kan mati disebabkan virus herpes sehingga sampai saat ini lokasi di sekitar kandang gajah masih kita isolasi termasuk program seperti feeding time gajah, tunggang gajah masih ditutup,” imbuhnya. 

Kemudian, tidak ada lagi dua sesi jam buka untuk pengunjung, hanya saja pihaknya memberlakukan sistem ganjil genap untuk meminimalisir kerumunan.

“Jam masuk nya di hari kerja tetap jam 08.00-16.00 WIB. Biasanya nanti kita pantau di aplikasi PeduliLindungi, kalau jumlahnya sudah mendekati 5000 orang akan kami stop sambil menunggu jumlah nya kurang, jadi gak ada 2 sesi,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.