Taliban Klaim Kuasai Afghanistan, WNI Diimbau Segera Pulang Tanah Air

Yovie Wicaksono - 10 July 2021
Pasukan Taliban di Afghanistan. (Foto : VoA)

SR,Jakarta – Kementrian Luar Negeri dan KBRI Kabul mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) segera meninggalkan Afghanistan. Hal ini mengingat situasi keamana yang semakin tindak kondusif di negara tersebut, pasca kelompok Taliban mengklaim berhasil menguasai 85 persen wilayah Afghanistan.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementrian Luar Negeri, Judha Nugraha mengatakan, saat ini masih ada tiga WNI yang berada di Afghanistan.

“Terkait situasi di Afghanistan, beberapa informasi yang bisa kami sampaikan sebagai berikut. Pertama, Kemlu dan KBRI Kabul terus memonitor situasi keamanan di Afghanistan dan Kabul. Kedua, untuk memberikan pelindungan bagi WNI yang berada di Kabul, Kemlu dan KBRI Kabul telah menyusun rencana kontingensi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan,” kata Judha, Sabtu (10/7/2021)

“Ketiga, KBRI selalu menjalin komunikasi dan memonitor keselamatan WNI di Afghanistan. Sesuai database awal KBRI Kabul, terdapat 46 WNI tinggal di Afghanistan. Namun saat ini sebagian besar telah kembali ke Indonesia. Sehingga saat ini tercatat hanya terdapat 3 WNI yang masih menetap di Afghanistan,” imbuh Judha.

Judha menjelaskan, 46 WNI sudah kembali ke Indonesia karena berbagai macam alasan dan tidak hanya alasan keamanan. Sedangkan 3 WNI yang masih tinggal di Afghanistan rata-rata mereka semua pekerja. Ia pun mengimbau agar tiga WNI tersebut segera pulang ke Tanah Air.

“Mereka (3 WNI) bekerja di Badan PBB, dan perusahaan swasta di Afghanistan. Status saat ini adalah imbauan untuk meninggalkan Afghanistan,” tegas Judha.

Dikatakan, Kementrian Luar Negeri dan KBRI Kabul terus memonitor situasi keamanan di Afghanistan dan Kabul. Sedangkan untuk memberikan pelindungan bagi WNI yang berada di Kabul, Kemlu dan KBRI Kabul telah menyusun rencana kontijensi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. (ng/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.