Surabaya Integrasikan 69 Rumah Sakit dalam Satu Data Kesehatan

Rudy Hartono - 26 June 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka Forum Koordinasi Rumah Sakit se-Surabaya yang diikuti perwakilan 69 rumah sakit di Surabaya, Kamis (25/6/2026). (sumber: antara)

SR, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya mengintegrasikan 69 rumah sakit lewat satu data kesehatan agar pemerintah kota setempat, tenaga kesehatan, dan manajemen rumah sakit memiliki data yang sama terkait kondisi kesehatan masyarakat secara real time.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Kota Surabaya, Kamis (25/6/2026), mengatakan melalui sistem tersebut, seluruh data layanan kesehatan akan terkoneksi dalam satu platform, mulai dari jumlah dokter, tenaga kesehatan, ambulans, kapasitas rumah sakit, hingga sebaran penyakit di setiap wilayah. Data itu nantinya menjadi dasar pembagian peran antar-rumah sakit dalam mendukung berbagai program kesehatan di Surabaya.

“Ini bukan data milik pemerintah kota, tetapi milik bersama. Dengan satu data, kita bisa mengetahui jumlah dokter, ambulans, hingga rumah sakit mana yang mendampingi wilayah tertentu. Semua bisa saling mendukung untuk pelayanan warga Surabaya,” katanya saat membuka Forum Koordinasi Rumah Sakit se-Surabaya yang diikuti perwakilan 69 rumah sakit di Surabaya.

Menurutnya, integrasi data juga akan mendukung pelaksanaan program Satu RW Satu Tenaga Kesehatan (Nakes), Satu Kelurahan Satu Ambulans, serta penguatan layanan Tim Gerak Cepat (TGC) yang terhubung dengan Command Center 112. Sistem tersebut memungkinkan petugas mengetahui ketersediaan layanan rumah sakit secara langsung, sehingga pasien darurat dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang siap menangani.

“Jangan sampai pasien dibawa ke satu rumah sakit lalu ditolak karena penuh, kemudian berpindah lagi ke rumah sakit lain yang juga penuh. Di era digital seperti sekarang, informasi kapasitas layanan harus bisa diakses secara langsung agar pasien segera mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Ia menargetkan penguatan sistem Satu Data Kesehatan Surabaya dapat berjalan lebih masif dalam satu bulan ke depan dengan melibatkan seluruh rumah sakit dan tenaga kesehatan di kota setempat.

“Alhamdulillah, rumah sakit-rumah sakit yang hadir juga menyatakan dukungannya. Program ini memang menjadi kebutuhan bersama dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh seluruh rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga Surabaya,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Billy Daniel Messakh mengatakan forum koordinasi tersebut digelar untuk memperkuat sinergi antarrumah sakit sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Surabaya.

“Kolaborasi diperlukan untuk mengoptimalkan sistem rujukan, meningkatkan keselamatan pasien, serta menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan kesehatan secara bersama-sama,” ujarnya. (*/ant/red)

 

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.