Surabaya Harus Lakukan Pendampingan Anak Korban Covid-19

Yovie Wicaksono - 9 July 2021
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah mengajak seluruh pihak, terutama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk bergotong royong mengendalikan penyebaran Covid-19, utama untuk anak-anak yang menjadi korban Covid-19.

Menurutnya, banyak kasus Covid-19 klaster keluarga yang menyebabkan anak-anak kehilangan orang tua ataupun orang yang disayang. Sehingga untuk mengobati trauma tersebut diperlukan pendampingan dari psikolog serta Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A).

“Ini juga harus patut untuk direnungkan dan dilakukan pendampingan karena trauma healing itu juga tidak kalah penting daripada kemudian pengobatan medis ketika anak terpapar,” ujarnya.

Sebelumnya, Komisi D DPRD Surabaya telah menggelar rapat secara daring bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur untuk membahas fenomena anak yang terpapar Covid-19, Jumat (9/7/2021).

Dari hasil rapat tersebut ditemukan beberapa fakta, yakni anak lebih berpotensi tertular dibanding menularkan virus Covid-19, dan secara nasional jumlah anak yang terpapar telah mencapai 12 persen.

Dalam rapat itu, IDAI diwakili dokter Dominicus Husada yang menyampaikan fakta terkini. Pertama, jumlah dianggap tinggi karena persentasenya 12 persen secara nasional. Kedua, anak bukan menularkan tapi berpotensi ditulari sehingga harus dijaga betul. Ketika anak terpapar perlakuannya sama seperti saat orang tua terpapar, dan tetap harus menjaga protokol kesehatan.

Sekadar informasi, berdasarkan data lawancovid-19.surabaya.go.id pada Jumat (9/7/2021). Tercatat ada 25.965 orang positif Covid-19, 23.654 orang dinyatakan sembuh, 892 orang masih dirawat dan1419 orang meninggal dunia. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.