Situs Lantai Segi Enam, Bukti Kemajuan Peradaban Majapahit

Yovie Wicaksono - 10 September 2020
Situs Lantai Segi Enam di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Mojokerto – Tak jauh dari Pendopo Agung Trowulan tepatnya di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, terdapat situs Lantai Segi Enam yang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit.

Situs ini berbeda, karena berupa hamparan ubin (lantai) segi enam dan sisa dinding bangunan.

Lantai segi enam ini berada dalam kotak galian berukuran 7.5 x 4.75 m dan diberi atap. Serta berada sekitar 1,8 meter di bawah permukaan tanah sekitarnya dan berorientasi ke Barat – Timur dengan azimut (sudut putar) 80.

Hal menarik dari tinggalan lantai kuno ini ubinnya berpenampang segi enam, dimana lebar tiap sisinya 6 centimeter dan tebal rata-rata 4 centimeter dengan bahan terbuat dari tanah liat bakar. Bentuk lantai ini pada zaman sekarang di kenal dengan paving stone.

Lantai segi enam ini bentuknya unik, karena selama ini belum pernah ditemukan bentuk yang sama pada situs-situs Trowulan lainnya. Situs ini ditemukan pada tahun 1982.

Temuan lantai serupa berjarak kurang lebih 500 meter dari tempat ini. Jumlah ubin yang masih tersisa sebanyak 104 buah, sebagian tersimpan di Museum Trowulan atau Pusat Informasi Majapahit (PIM).

Adapun pengikat antara bata satu dengan lainnya digunakan perekat tanah liat. Dinding bangunan merupakan susunan bata berukuran panjang 30 centimeter, lebar 20 centimeter, dan tebal 5 centimeter.

Mengutip buku “mengenal Peninggalan Majapahit di Daerah Trowulan” – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto, sisa lantai dan dinding di Sentonorejo ini diperkirakan merupakan pemukiman kuno yang bersifat profan, yaitu berupa rumah tingggi pada masa Majapahit. Situs Pemukikan Sentonoreko ini dipugar pada Tahun Anggaran 1990/1991. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.