Serunya Belajar Krisis Iklim Berbalut Games bersama Ecosolution

Rudy Hartono - 23 February 2025
Founder Kairen Ecosolution Nico Yonathan (kiri) saat menjelaskan cara mengerjakan kartu interaktif mengetahui perubahan iklim pada peserta, di Bibliothek Wisma Jerman, Sabtu (22/2/2025). (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Kairen Ecosolution menggelar workshop edukasi krisis iklim bertajuk “Climate Fresk” di Bibliothek Wisma Jerman, Sabtu (22/2/2025).

Tak seperti workshop biasa, edukasi terkait perubahan iklim dan dampak panjangnya tersebut berlangsung seru dibalut kuis dan permainan kartu interaktif antar peserta.

Peserta workshop Climate Fresk tengah mengurutkan alur efek domino pada proses krisis iklim di Bibliothek Wisma Jerman, Sabtu (22/2/2025). (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)

Founder Kairen Ecosolution Nico Yonathan mengatakan, total ada 4 sesi di tiap workshop yang seluruhnya berlangsung dua arah. Sesi pertama menggunakan permainan kartu dimana peserta diminta mengidentifikasi jenis kegiatan yang berpengaruh ke perubahan iklim.

Selanjutnya, masuk ke sesi kreativitas dimana peserta akan menggabungkan kartu sesuai dampak yang ditimbulkan.

Setelah itu dilanjutkan dengan penebalan alur perubahan iklim serta dampaknya dan terakhir sesi diskusi terkait aktivitas yang dilakukan dan tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah hingga mengatasi perubahan iklim ekstrem.

“Di sesi terakhir ada diskusi kita tukar pikiran apa yang kita lakukan dan apa yang bisa dilajukan untuk mengurangi sampai emisi karbon,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan. Kegiatan kerja sama dengan Wisma Jerman itu sengaja dilakukan untuk menyebarkan kesadaran atas isu iklim ke khalayak umum.

Menurutnya hal itu penting sebab saat ini pencemaran emisi CO² bumi sudah mencapai angka tertinggi sepanjang peradaban, di angka sekira 420 PPM. Jika dibiarkan tentu akan berdampak buruk ke generasi mendatang.

Bukan hanya ke lingkungan, lanjutnya,  perubahan iklim juga berdampak ke keadaan sosial, rantai makanan, kesehatan, hingga mengganggu perdamaian dunia. “Menurut saya isu ini sangat penting karena fokusnya sampai ke generasi ke depan. Bukan cuma bencana tapi juga akan berdampak ke sosial, rantai makaman, kesehatan manusia, sampai perdamaian dunia itu terancam dari perubahan iklim ini,” sebutnya.

“Harapan saya ini bisa disebarluaskan itu kesadaran pada lingkungan pada makin banyak orang. Kita butuh kolektif action untuk mengurangi dampak perubahan iklim,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Inayah Sri Wardani turut mengungkapkan kesannya. Ia yang baru pertama kali ikut workshop tersebut mengaku senang belajar hal baru dan makin aware terkait dampak krisis iklim. “Senang belajar ada hal baru yang saya dapatkan. Sedih juga ternyata efek yang kita lakukan yang tidak kita sadari efeknya luar biasa apalagi yang bisa dilakukan ini jadi PR bersama,” tuturnya. (hk/red)

 

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.