Semasa SD, Soekarno Pernah Bersekolah di Bumi Majapahit. Tempatnya Bisa Dikunjungi Lho.
SR, Mojokerto – Selama ini, ketika menyebut nama Soekarno (Bung Karno) masyarakat merujuk nama dua daerah, yakni Surabaya (tempat kelahiran) dan Blitar (tempat Bung Karno dikebumikan). Tidak banyak orang yang tau, bahwa Presiden pertama RI ini pernah menempuh pendidikan di Kota Mojokerto di era 1909 – 1913.
Salah satu bukti sejarah menyebut Bung Karno pernah mengenyam pendidikan dasar di Inlandsche School Sekolah Ongko Loro), yang saat ini bernama SD Negeri Purwotengah. Di tempat ini, Bung Karno sekolah selama dua tahun, yakni 1909 – 1911. Dan ruang kelas yang pernah digunakan sang proklamator ini, saat ini dijadikan Galeri Soekarno oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto.
Galeri Soekarno berisi tentang perjalanan hidup Bung Karno yang ditata secara kronologis dari masa ke masa. Mulai dari latar belakang hingga jasa dan penghargaan apa saja yang telah diperoleh beliau semasa hidup. Galeri ini menggabungkan sejarah dengan berbagai teknologi modern yang ada agar tampilannya lebih menarik dan mudah dipahami.
“Galeri Soekarno memiliki 5 ruangan yang diatur bertahap agar pengunjung bisa mengenal bung Karno mulai dari masa kecil hingga pergerakan dan penghargaan yang pernah beliau dapatkan,” ungkap Ica, salah satu pemandu galeri, Kamis (05/02/2026).
Ruangan pertama berisi tentang masa kecil Soekarno. Diruangan ini, pengunjung bisa mengenal masa kecil kusno (nama kecil soekarno), lengkap dengan cerita tentang tontonan kesukaannya, yaitu Charlie Chaplin dan pertunjukan wayang yang sering diselenggarakan di 12 pabrik gula di Mojokerto. Selain itu, pengunjung juga diajak mengetahui bagaimana lingkungan tempat ia tumbuh dan nilai-nilai awal pembentuk karakternya.
Sebelum masuk ke ruangan kedua, pengunjung akan disuguhi pembatas kaca yang berisi latar belakang Soekarno yang memiliki darah bangsawan Bali dan sempat tinggal bersama kakeknya di Tulungagung.
Masuk ke ruangan kedua. Ruangan ini berisi tentang riwayat sekolah Soekarno. Disini pengunjung dapat mengetahui bagaimana proses belajar, pergaulan, dan pengalaman intelektual Soekarno muda dalam membentuk pemikirannya. Disini juga terdapat bangku asli pada jaman dahulu yang sudah dibersihkan dan dirawat oleh pihak arkeolog.
Ruangan ketiga berisi tentang karya-karya Soekarno mulai dari bangunan, lukisan, puisi, dan karya lainnya. Pengunjung bisa melihat secara langsung replika karya-karya Soekarno dari dinding-dinding ruangan hingga atas ruangan. Di ruangan ini juga, pengunjung bisa melihat betapa modernnya galeri ini dengan adanya tab yang berisi rekaman suara Soekarno dan semua jenis karya-karyanya.
Berada di ruangan keempat, pengunjung dibikin takjub akan berbagai penghargaan yang pernah diterima Soekarno. Mulai dari emas penghargaan, monumen yang ada diluar negeri, dan masih banyak lagi. Selain itu, diruangan ini pula, disuguhkan banyak sekali kubus yang berisi perjuangan heroik bung Karno selama masa penjajahan hingga masa merdeka.
Memasuki ruangan terakhir, pengunjung dilihatkan betapa besarnya sejarah yang ada di Mojokerto raya. Terdapat Candi tikus, Petirtaan Jolotundo, alun-alun Mojokerto, dan masih banyak lagi jejak-jejak Sejarah yang menghiasi Mojokerto.

Belum genap satu bulan setelah resmi dibuka untuk umum, Galeri Soekarno sudah banyak dikunjungi. Mereka tidak hanya wilayah Mojokerto saja, melainkan sampai keluar pulau seperti Kalimantan.
Nisa, Lala, dan Dita, tiga orang pengunjung yang ditemui Super Radio, mengaku mengetahui galeri Soekarno karena ramai dibicarakan di media sosial sehingga membuat mereka penasaran terkait Galeri soekarno.
Ketiga anak kampus yang sudah berteman dari kecil itu, mengaku sangat takjub setelah masuk langsung ke galeri ini. “Setelah masuk ke galeri ini, kami merasa galeri ini sangat seru dan menarik sekali. Karena galeri ini menceritakan secara detail kehidupan bung Karno dari masa ke masa. Didalam ruangan juga terdapat banyak sekali replika karya-karya bung Karno. Ada bangunan, lukisan, patung dan banyak sekali rekaman serta video dokumenter yang ditayangkan didalam. Selain itu, kami juga bisa tau bagaimana kehidupannya saat masa-masa perjuangan,” ujar Nisa.
Galeri Soekarno tidak hanya menjadi tempat pameran saja, tetapi sebuah lorong waktu yang menghubungkan masa kini dengan perjalanan hidup Soekarno, sang proklamator. (fa/red)
Tags: galeri soekarno, masa kecil soekarno, Museum pendidikan, museum sejarah, rekomendasi wisata mojokerto, wisata kota mojokerto, Wisata Mojokerto
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





