Seleksi Ketat, Keano dan Alif Terpilih Duta Anti Narkoba Sidoarjo 2026

Rudy Hartono - 5 July 2026
Keano Raffi Javier dari Kecamatan Candi dan Alif Nurul Hidayah dari Kecamatan Buduran resmi dinobatkan sebagai pemenang utama Putra dan Putri Duta Anti Narkoba Kabupaten Sidoarjo 2026.

SR, Sidoarjo – Kabupaten Sidoarjo sukses menggelar malam puncak Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Tahun 2026 di Graha PT Karya Bintang Mandiri, Sabtu (4/7/2026). Acara yang mengusung tema “Mindful Authority for Youth Integrity” ini menobatkan Keano Raffi Javier dan Alif Nurul Hidayah sebagai pemenang utama. Persaingan ketat antar 20 finalis tersebut menjadi simbol semangat percepatan War on Drugs guna membentengi generasi muda dari ancaman narkotika di lingkungan Bumi Delta.

Ketua Pelaksana, Ararya Putri Armilda, menegaskan bahwa pemilihan ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan bentuk regenerasi kepemimpinan muda yang sadar bahaya narkotika.

“Puncak acara ini adalah bukti nyata adanya kesadaran pemuda Sidoarjo. Kami siap melaksanakan visi pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika (P4GN) melalui barisan generasi emas ini,” ungkap Ararya. Ia berharap para pemenang mampu menjadi benteng pertahanan bagi rekan sebaya mereka.

Salah seorang finalis Duta Anti Narkoba Sidoarjo 2026 saat memasuki sesi tanya jawab pengetahuan menghadapi para juri.
(tangkapan layar)

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kabid Kepemudaan Disporapar Sidoarjo, Bapak Rahmat Eko Firmansyah, S.Sos., yang mewakili pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa menyandang gelar duta membawa beban moral yang besar untuk menjadi teladan di masyarakat.

“Narkoba harus dijauhi karena merusak masa depan bangsa. Siapa pun yang terpilih, tanggung jawabnya berat karena mereka harus menjadi sosok yang benar-benar bisa dicontoh,” tegas Rahmat Eko dalam arahannya.

Jessica Angel Pramudinata, salah seorang juri Duta Anti Narkoba Kabupaten Sidoarjo 2026. (foto: vico wildan/superradio.id)

Perwakilan BNN Kabupaten Sidoarjo, Ibu Amaliah Pinasari, S.O.M., menyoroti tantangan baru berupa zat adiktif yang dikemas menarik seperti nikotin pouch. Sebagai dewan juri, ia menekankan pentingnya pendekatan cerdas dalam sosialisasi di lapangan.

“Para duta harus mampu mengedukasi masyarakat melalui Smart Power Approach, memastikan pesan-pesan anti-narkoba sampai ke akar-akarnya, terutama di sekolah-sekolah dan desa-desa,” tutur Amaliah saat memberikan penilaian teknis.

Kabid Kepemudaan Disporapar Sidoarjo, Bapak Rahmat Eko Firmansyah, S.Sos

Kehadiran Jessica Angel Pramudinata, Duta Bahasa Jawa Timur 2026 sekaligus alumni Duta Anti Narkoba Sidoarjo 2022, menambah bobot penilaian dewan juri. Jessica menekankan bahwa kriteria pemenang tidak hanya soal penampilan, tetapi kedalaman intelektual dan kemampuan berorganisasi.

“Ikatan duta anti narkoba ini membutuhkan finalis yang intelektualnya terlihat, berpenampilan baik, dan bisa berelasi dengan organisasi untuk mewujudkan Sidoarjo yang Bersinar atau Bersih Narkoba,” ujar Jessica.

Jessica juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan para finalis yang telah melewati masa karantina intensif selama empat minggu. Menurutnya, peran mereka sangat mendesak sebagai pionir sekaligus brand ambassador pencegahan narkoba bagi generasi Z.

Tari Gambyong, tari klasik Jaa saat pembukaan Grand Final Pemilihan Pemilihan Duta Anti Narkoba Tahun 2026 di Sidoarjo (4/7/2026). (tangkapan layar)

“Saya rasa mereka sudah sangat siap menjadi anak muda yang memberikan penyuluhan terkait narkoba, agar generasi muda sebagai penerus bangsa tidak sampai terjerat barang haram tersebut,” tambahnya dengan optimis.

Keano dan Alif kini resmi mengemban amanah selama satu tahun ke depan untuk mengabdi di bawah naungan Ikatan Duta Anti Narkoba Sidoarjo. Dengan semangat “War on Drugs”, diharapkan angka penyalahgunaan narkotika di Sidoarjo dapat ditekan melalui peran aktif para agen perubahan terpilih ini. (js/red)

 

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.