Selama Kedaruratan Covid-19, Perwakilan RI di Turki Telah Berikan Perlindungan Pada Ribuan WNI

Yovie Wicaksono - 7 June 2020
Dubes dan Konjen RI Selenggarakan Virtual Visit ke Seluruh WNI di Turki. Foto : (Istimewa)

SR, Ankara – Sejak 1 Juni 2020, Turki secara resmi memasuki masa normal baru dengan masa percobaan selama satu minggu hingga 6 Juni 2020. Penetapan ini juga mengakhiri masa kedaruratan Covid-19 yang sudah berlangsung hampir 3 bulan sejak 11 Maret 2020 di Turki.

Minister Councellor KBRI Ankara yang juga Ketua Satgas Penanganan Dampak Covid-19 bagi WNI di Turki, Harliyanto mengatakan, selama kurun waktu Maret hingga Juni 2020, Perwakilan RI di Turki, KBRI Ankara dan KJRI Istanbul, telah memberikan perlindungan kepada sekitar 4.500 WNI yang tinggal di berbagai kota di Turki.

“Selama tiga bulan terakhir, seluruh sumber daya Perwakilan RI difokuskan untuk memberikan perlindungan kepada WNI. Seluruh Atase teknis, baik Atase Pertahanan, Atase Kepolisian dan Atase Perdagangan, diberikan tugas-tugas khusus untuk melakukan upaya perlindungan WNI,” ujar Harliyanto dalam keterangan tertulis, Minggu (7/6/2020).

Selama periode kedaruratan diberlakukan di Turki, sekitar 2.842 WNI telah menerima bantuan langsung dalam bentuk bantuan logistik (1.683 orang), bantuan finansial (107 orang), bantuan keimigrasian dan kekonsuleran (1.010 orang), bantuan penanganan WNI sakit Covid-19 maupun non Covid-19 (16 orang) maupun bantuan pemulangan (26 orang).

Sebagian besar WNI yang mendapatkan bantuan logistik, finansial serta pemulangan adalah WNI dari kelompok rentan, yaitu pekerja spa (spa therapist) yang tidak diperpanjang kontrak kerjanya serta pekerja migran sektor rumah tanggal yang bekerja di Turki tanpa dokumen.

“Perwakilan RI menyiapkan hotline serta tautan internet khusus agar WNI bisa mengajukan permintaan bantuan selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Apapun kondisi WNI, kami berusaha untuk hadir dengan solusi sesegera mungkin selama 3 bulan terakhir,” imbuh Harliyanto.

Selain memberikan bantuan langsung, Perwakilan RI juga melakukan kunjungan secara daring kepada seluruh WNI di berbagai kota setiap bulannya.  Perwakilan RI juga menyelenggarakan puluhan kegiatan daring dengan mendatangkan narasumber dengan berbagai topik. Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan untuk mengisi waktu WNI selama berada di rumah dengan kegiatan yang bermanfaat.

Dalam memberikan perlindungan kepada WNI di Turki selama kedaruratan Covid-19, Perwakilan RI bekerjasama dengan berbagai unsur masyarakat Indonesia di Turki. Mulai dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki maupun wilayah, paguyuban masyarakat Indonesia hingga organisasi keagamaan ikut memberikan dukungan. KBRI Ankara juga membentuk Satgas Perlindungan WNI yang beranggotakan para WNI yang tersebar di 81 provinsi di Turki serta di Siprus Utara.

“Saya pribadi dan teman-teman mahasiswa di Turki sangat senang diberikan kesempatan berkontribusi untuk melindungi WNI. Khususnya saat saudara-saudara kami sebangsa sedang berada dalam kesulitan,” ujar Usama Abdurrahman, Ketua PPI Turki, yang selama tiga bulan terakhir terus berkoordinasi dengan KBRI Ankara.

Sekedar informasi, berdasarkan data KBRI Ankara, terdapat sekitar 4.500 WNI yang terdata menetap di Turki. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.500 orang adalah pekerja spa, 2.700 orang adalah pelajar dan mahasiswa serta sisanya adalah para ekspatriat dan mereka yang tinggal di Turki karena pernikahan. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.