Satrio Band Tuntaskan Trilogi Emosional  lewat “Cinta Mengubah Segalanya”

Rudy Hartono - 17 May 2026
Dua personel Satrio band Ri (paling kanan/gitaris) dan sebelahnya Tata (vokalis/kaca mata hitam) di program Nusantara Bagus NGOPI! Super Radio 88.5 FM, Surabaya, Sabtu (16/05/2025). (foto: diva/superradio.id)

SR, Surabaya – Grup musik pop tanah air, Satrio Band, resmi merilis karya teranyar mereka bertajuk “Cinta Mengubah Segalanya”. Single ini hadir sebagai penutup trilogi emosional dari karya-karya mereka.

Berbeda dengan karya-karya terdahulu, rilisan terbaru ini tampil sebagai simbol kebangkitan bagi siapa pun yang pernah terluka karena cinta. Karena dua lagu sebelumnya “Pemikat Hati” dan “Pilu” lebih mengajak pendengar merasakan pahit manisnya asmara.

Tata, sang vokalis sekaligus penulis lagu, menjelaskan bahwa karya terbaru ini memiliki benang merah yang kuat dengan rilisan sebelumnya. “Waktu lagu ‘Pemikat Hati’itu lagi jatuh cinta, lalu lagu ‘Pilu’ itu merasakan sakitnya dari cinta. Nah, di ‘Cinta Mengubah Segalanya’ ini kita bangkitkan lagi. Jangan mikirin sedihnya terus, karena di balik cinta pasti ada bahagianya, jadi kita balikin lagi ke situ,”urai Tata saat talkshow di studio Super Radio 88,5 FM Surabaya, Sabtu (16/5/2026).

Secara garis besar, “Cinta Mengubah Segalanya” menggambarkan perasaan bahagia tanpa kekecewaan dalam perjalanan cinta. Nuansa musiknya pun terasa berbeda dan lebih segar karena Satrio Band kini lebih bereksplorasi ke arah yang groovy atau ngegroove. Mereka menyebut identitas musik ini sebagai Pop Elegancy, sebuah warna musik yang banyak terinspirasi dari karakter band legendaris, Padi.

Personel lengkap Satrio Band. (foto: istimewa)

Energi positif dalam lagu ini tidak lepas dari kekompakan para personelnya yang kini tampil dengan formasi lengkap: Tata (Vokal), Adit (Gitar), Ri (Gitar), Aprim (Bass), Nandy (Keyboard), dan Sky (Drum). Nama “Satrio” sendiri dipilih untuk menggambarkan penjiwaan laki-laki yang gagah dan penuh perjuangan. “Satrio itu menggambarkan sebuah penjiwaan yang gagah. Jiwanya, hatinya, perjuangannya, harapannya yang positive vibes aja,” kata Tata yang juga menyebut bahwa band ini telah menjadi ‘rumah kedua’ tempat mereka melepaskan ego masing-masing demi berkarya.

Meskipun proses pengerjaan lagu hingga video musik (MV) berbasis teknologi AI ini hanya memakan waktu satu bulan, Satrio Band tetap mengedepankan kualitas tinggi. Ri, sang gitaris, menekankan bahwa mereka sangat memperhitungkan setiap detail produksi. “Setiap lagu ini masterpiece-lah yang kita buat,” tegas Ri. Komitmen tersebut membuahkan hasil manis, karena sejauh ini respons pendengar sangat positif dan menjadikan lagu ini sebagai rilisan yang paling banyak disukai dibandingkan karya-karya mereka sebelumnya. (dv/red)

 

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.