Said Abdullah: Soekarno Run Jangan Berhenti Jadi Kompetisi Lari
SR, Surabaya – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah ingin Soekarno Run BWX di Banyuwangi tidak berhenti sebagai kompetisi lari. Ajang yang digelar 20 September 2026 itu diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah tempat kegiatan berlangsung.
Said mengatakan konsep tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Soekarno Run BWX. Olahraga tidak hanya dipandang sebagai aktivitas kompetitif, tetapi juga sebagai medium untuk mempertemukan masyarakat, menghidupkan ekonomi lokal, sekaligus menanamkan nilai keberanian dan kegigihan kepada generasi muda.
“Kami ingin Soekarno Run tidak berhenti sebagai kompetisi lari, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah tempat event ini diselenggarakan,” kata Said, Jumat (18/9/2026).
Soekarno Run BWX akan mengambil sejumlah rute yang melintasi destinasi di Banyuwangi, termasuk kawasan Pantai Marina Boom. Konsep tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat pengembangan sport tourism di Jawa Timur.
Menurut Said, kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan memberi efek ekonomi bagi masyarakat Banyuwangi. Dampaknya dapat dirasakan sektor akomodasi, transportasi, kuliner hingga pelaku ekonomi kreatif.
Banyuwangi, kata dia, memiliki kekayaan wisata, budaya, dan sejarah yang dapat dipadukan dengan kegiatan olahraga. Karena itu, penyelenggaraan Soekarno Run diharapkan tidak hanya menghadirkan perlombaan, tetapi juga memperkenalkan potensi daerah kepada peserta.
Said mengatakan olahraga lari memiliki simbol perjuangan. Setiap peserta harus terus bergerak dan menjaga ketahanan diri hingga mencapai garis finis.
Nilai keberanian, kegigihan, persatuan, dan semangat pantang menyerah tersebut dinilai relevan untuk diwariskan kepada generasi muda melalui aktivitas positif.
“Nilai-nilai itu harus terus diwariskan kepada generasi muda melalui aktivitas positif yang melibatkan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Said juga menyebut minat anak muda terhadap olahraga lari terus berkembang. Ia mengutip riset Strava yang mencatat partisipasi anak muda di klub lari secara global meningkat 59 persen, sedangkan di Indonesia mencapai 83 persen.
Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan olahraga lari memiliki basis komunitas yang kuat dan dapat menjadi ruang interaksi positif bagi anak muda.
Soekarno Run BWX juga terbuka untuk masyarakat umum dengan kategori khusus pelajar. Sejumlah pelari, di antaranya Ricky Martin Simbolon, Daniel Simanjuntak, dan Immanuel Hutasoit, akan turut ambil bagian.
Said menilai perpaduan olahraga dengan destinasi wisata dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan potensi Banyuwangi sekaligus mendatangkan aktivitas ekonomi baru.
Dengan peserta yang datang dari berbagai daerah, rangkaian kegiatan diharapkan ikut mendorong pergerakan usaha masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Soekarno Run BWX menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang disiapkan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Rangkaian tersebut direncanakan berlanjut hingga November 2026 dan ditutup dengan lomba komedi se-Jawa Timur.
Informasi mengenai kategori lomba, pendaftaran, serta penyelenggaraan Soekarno Run Banyuwangi telah dipublikasikan melalui kanal media sosial resmi penyelenggara. (*/red)
Tags: banyuwangi, kompetisi lari, Said Abdullah, Soekarno Run, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





