RS Darurat dan Rumah Sehat sebagai Upaya Percepatan Penanganan Covid-19

Yovie Wicaksono - 25 July 2021
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Persiapan Rumah Sakit (RS) Darurat GOR Indoor Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) untuk penanganan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Surabaya Barat dipastikan sudah hampir rampung. Hal tersebut diketahui saat jajaran Komisi D DPRD Surabaya melakukan sidak di lokasi pada Sabtu (24/7/2021), dengan didampingi dinas terkait.

“Alhamdulillah persiapannya sudah hampir rampung, dimana bed sudah tersedia, tabung oksigen juga sudah tersedia, jaringan sudah tersambung, ruang ICU sudah dalam progres tadi, ruang obat juga sudah siap. Artinya Insya Allah dalam waktu dekat rumah sakit itu akan dibuka dan bisa digunakan,” ujar Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah.

Setelah sempat mundur dari rencana awal untuk bisa digunakan pada Jumat (23/7/2021) lalu, Khusnul mengatakan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya memastikan bahwa pada Minggu (25/7/2021), RS Darurat GOR Indoor Stadion GBT sudah bisa menerima pasien.

RS Darurat ini sendiri memiliki kapasitas 225 tempat tidur untuk penanganan pasien Covid-19. Khusnul juga mendapat kabar bahwa pemerintah pusat akan mengirimkan bantuan tenaga kesehatan disana.

Selain RS Darurat GOR Indoor Stadion GBT, pihaknya juga menyoroti rumah sehat atau tempat isolasi yang disediakan di masing-masing kelurahan di Surabaya.

Khusnul mengatakan, beberapa warga yang menolak bangunan sekolah digunakan sebagai rumah sehat adalah hal yang wajar, terlebih jika sekolah tersebut dekat dengan pemukiman warga. Seperti apa yang terjadi di Kecamatan Dukuh Pakis yang tidak jadi menggunakan SDN Gunungsari I sebagai tempat isolasi dan memindahkannya di lapangan olahraga futsal yang tepat berada di belakang kantor kelurahan setelah sempat mendapatkan protes dari warga.

“Saya kira itu wajar ya reaksi masyarakat, karena barangkali sekolah itu dekat pemukiman. Kan itu tidak boleh. Ada aturan rumah sehat jaraknya harus berapa meter dari pemukiman. Dan itu sudah ada solusinya ya,” katanya.

Intinya, lanjut Khusnul, hal yang perlu ditegaskan adalah pandemi ini harus diselesaikan dengan bergotong-royong dengan melibatkan partisipasi semua pihak.

Ia mengatakan, adanya rumah sakit darurat dan rumah sehat ini sebagai upaya Pemkot Surabaya dalam rangka percepatan penanganan pandemi Covid-19 dengan mendekatkan layanan kepada masyarakat, memberikan solusi bagi warga yang tempat tinggalnya tidak memungkinkan untuk bisa melakukan isolasi mandiri, sehingga penularan terhadap keluarga atau tetangga sekitarnya bisa terhindar.

“Jadi ini dalam rangka percepatan dan mendekatkan layanan. Kemudian puskesmas juga buka 24 jam. Ini untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan pengawasan dan perawatan kesehatan secara maksimal sesuai dengan kebutuhannya,” tandasnya.

“Semua yang kita lakukan bersama-sama ini dalam rangka menjaga Kota Surabaya yang kita cintai,” lanjutnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.