Risma “Lahirkan” 7.814 Pahlawan Ekonomi Nusantara

Yovie Wicaksono - 11 November 2023
Mensos, Tri Rismaharini. Foto : (Istimewa)

SR,Surabaya – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini selama setahun terakhir telah melahirkan 7.814 pahlawan ekonomi Nusantara, dalam upaya membebaskan masyarakat kurang mampu dari ketergantungan sebagai penerima bantuan sosial.

Mantan Wali Kota Surabaya itu mengatakan tepat setahun lalu, menggulirkan program Pahlawan Ekonomi Nusantara, yaitu memberi pelatihan kerja, termasuk manajemennya, untuk mencetak pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di berbagai bidang.

“Pesertanya dari kalangan masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia yang biasanya terdaftar sebagai penerima bantuan sosial, termasuk penyandang disabilitas dan juga pekerja migran yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang atau TPPO,” katanya kepada wartawan, usai merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Program Pahlawan Ekonomi Nusantara di Surabaya, Sabtu (11/11/2023).

Dalam menjaring peserta, seringkali Risma merekrut sendiri dari orang-orang yang ditemukan menggelandang di jalanan, yang kemudian dimasukkan ke balai pelatihan kerja milik Kemensos yang tersebar di berbagai daerah.

Kemudian, ketika dirasa sudah mampu, mereka diberi bantuan sosial untuk membuka usaha secara mandiri.

“Sebanyak 7.800 lebih penerima manfaat Pahlawan Ekonomi Nusantara itu campuran. Ada penyandang disabilitas dan juga korban TPPO,” ujarnya.

Risma mengaku berkesan dengan semua penerima manfaat dalam proses mencetaknya menjadi pahlawan ekonomi Nusantara.

“Karena dulu bayangan saya, misalnya kalau penyandang disabilitas itu bakal selamanya kita bantu, maksudnya hanya diberi bantuan sosial. Ternyata melalui Program Pahlawan Ekonomi Nusantara banyak yang bisa keluar dari ketergantungan sebagai penerima bantuan sosial,” ujarnya kepada Antara.

Sejumlah penerima manfaat dari kalangan penyandang disabilitas dan korban TPPO diundang saat perayaan setahun program Pahlawan Ekonomi Nusantara di Surabaya. Mayoritas mereka membuka usaha makanan dan minuman di tempat tinggal asalnya masing-masing.

Mereka kini menyatakan telah mandiri dan mampu menghidupi keluarganya. Paling sedikit mengaku mendapat keuntungan bersih rata-rata Rp4 – Rp6 juta per bulan. Ada pula yang omzetnya mencapai Rp20 – Rp32 juta per bulan. (*/ant/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.