Rilis Album dan Identitas Baru, The Planet Tetap di Jalur Grunge

Rudy Hartono - 4 August 2025
Grup band The Planet formasi lengkap rilis album perdana “Matahari Terbit dari Timur” di Cafe Lego, Ketintang, Surabaya pada Sabtu (2/8/2025) malam. (foto: alya/superradio.id)

SR, Surabaya – Grup band The Planet Luncurkan album perdana “Matahari Terbit dari Timur” yang resmi dirilis dalam acara bertajuk “Album Release Party” di Cafe Lego, Ketintang, Surabaya pada Sabtu (2/8/2025) malam

Mini album The Planet ini berisikan lima lagu yang semuanya ber-genre grunge. Lirik  dari lagu lagu yang dirilis itu  menceritakan kisah keseharian tentang kenakalan, kekuatan, hingga keterpurukan seseorang.

Penonton yang hadir cukup banyak, mereka tidak hanya dari surabaya, melainkan  dari Sidoarjo dan sekitarnya. Mereka berdatangan sejak senja sebelum peluncuran album dimulai hingga jam 21.30 WIB.

The Planet saat tampilkan lagu-lagu baru dari album perdana “Matahari Terbit dari Timur” di Cafe Lego, Ketintang, Surabaya pada Sabtu (2/8/2025) malam. (foto: alya/superradio.id)

Antusias penonton cukup memberi surprise awak The Planet “Tidak saya sangka ternyata cukup ramai yang datang pada rilis album ‘MatahariTerbit dari Timur’ ini. Penontonnya melebihi ekspektasi karna rilisnya hanya di share ke teman dekat kami saja,” komentar Dewa, drummer The Planet

Acara ini tidak hanya menjadi promosi album terbaru, tetapi juga momen penting pengumuman pergantian nama Planet menjadi The Planet. Perubahan ini menandai babak baru perjalanan musik mereka yang semakin matang.

“Kami sudah ganti nama dari Planet sekarang ditambah ‘the’ berganti jadi The Planet. Nah itu kita rename lagi kita branding lagi meskipun  tetap memakai genre grunge,”  jelas bassis The Planet yang akrab disapa Mas Among.

The Planet bersama penggemar musik grunge usai peluncuran album perdana “Matahari Terbit dari Timur” di Cafe Lego, Ketintang, Surabaya pada Sabtu (2/8/2025) malam. (foto: alya/superradio.id)

Lebih jauh, The Planet juga menyampaikan bahwa mereka sudah menyiapkan materi untuk album berikutnya, yang akan dirilis tahun ini. Musik yang dibawakan akan tetap di jalur grunge, namun ada kemungkin musiknya akan dinaikkan oktafnya, demikian juga tempo nada akan di naikkan pula. “Melihat tren pasar tampaknya sekarang lebih suka lagu yang agak keras dan lirik yang relate begitu.Mungkin ke depannya musik kita bakal pakai naik oktafnya, temponya kita up lagi,” kata Among.

Dengan konsep baru dan semangat yang diperbarui, The Planet berharap kehadiran mereka melalui “Matahari Terbit dari Timur” dapat membuat musik indie asal Surabaya semakin terdengar dan mendapat tempat di hati lebih banyak pendengar, tidak hanya terkenal di dalam kota tapi juga dikenal di luar kota, bahkan internasional.

Selain penampilan utama dari The Planet, acara ini juga dimeriahkan oleh deretan band pendukung seperti Klepto Opera, No Body’s Perfect, Dancing Doll, Cinta Hitam, Paramorn, dan Stop Down. Dengan line-up yang kuat, suasana malam konser dipastikan  penuh dentuman gitar dan sorakan penonton. (lia/mg1/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.