Ribuan Warga Nikmati Ngopi Sepuluh Ewu, Wujud Keramahan Warga Osing

Rudy Hartono - 10 November 2025
Warga laki-perempuan menikmati suasana Festival Ngopi Sepuluh Ewu Kemiren 2024, Sabtu (8/11/2025) malam. (foto: rri)    

SR, Banyuwangi – Festival Ngopi Sepuluh Ewu kembali dihelat oleh warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu malam (8/11/2025). Tradisi tahunan ini tak sekadar menyajikan ribuan cangkir kopi, namun menjadi simbol keramahtamahan masyarakat Suku Osing dalam menyambut tamu.

Kemiren dikenal sebagai desa adat Osing yang masih memegang teguh nilai-nilai leluhur. Salah satunya adalah ajaran untuk selalu menghormati tamu yang datang dengan suguh, gupuh, dan lungguh.

“Kita diajarkan suguh, gupuh, lungguh dalam menerima tamu,” ujar Suhaimi, Ketua Adat Osing Desa Kemiren, Sabtu (8/11/2025).

Ia menjelaskan, suguh berarti memberikan suguhan, gupuh menggambarkan antusiasme dalam menyambut tamu, dan lungguh bermakna menyediakan tempat duduk yang layak.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga menghadiri dan ngopi bersama warga di acara Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jatim. Sabtu (8/11/2025) malam. (sumber: antara)

“Ngopi Sepuluh Ewu ini adalah bentuk nyata dari suguh, gupuh, lungguh masyarakat Osing. Kearifan ini perlu kita rawat dan wariskan ke anak cucu,” imbuh Suhaimi yang akrab disapa Mbah Imik.

Meski bukan daerah penghasil kopi, Desa Kemiren kini menjadi destinasi ngopi favorit berkat kegiatan ini. Warga setempat bahkan menyiapkan 150 kilogram kopi robusta asli Banyuwangi untuk diseduh dan dibagikan kepada pengunjung.

“Bubuk kopi kami distribusikan ke warga di ruas utama desa. Mereka akan menyiapkan tempat duduk dan suguhan kopi bagi tamu yang datang,” terang M. Edy Saputro, Ketua Panitia Festival.

Kopi disajikan dalam cangkir khas turun-temurun warga Kemiren yang menambah keunikan acara. Suasana hangat dan tradisional di sepanjang jalan desa mencerminkan nilai kebersamaan dan keterbukaan masyarakat Osing.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai festival ini menjadi wujud nyata perpaduan antara pelestarian tradisi dan pengembangan pariwisata lokal. Pemkab Banyuwangi, lanjutnya, akan terus mendorong pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan berbasis kearifan daerah.

“Ini adalah pemicu untuk mengenalkan kearifan tradisi Osing di Kemiren agar berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik,” ujar Ipuk.

Festival Ngopi Sepuluh Ewu menjadi salah satu agenda unggulan dalam Banyuwangi Festival 2025, yang setiap tahun berhasil menarik ribuan pengunjung untuk menikmati kehangatan kopi dan budaya khas Osing. (*/rri/red)

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.