Melihat dengan Hati: Cara Difabel Netra Mengenali Lingkungan Sekitar
SR, Surabaya — Banyak orang mengira penyandang tunanetra hidup sepenuhnya bergantung pada orang lain. Padahal, mereka memiliki kemampuan luar biasa dalam mengenali lingkungan melalui indra lain—terutama pendengaran, penciuman, dan perabaan.
Menurut data Kementerian Sosial RI, pelatihan orientasi dan mobilitas (O&M) membantu tunanetra mengenali arah, jarak, serta kondisi sekitar hanya lewat suara dan tekstur permukaan. Misalnya, mereka bisa membedakan lokasi ramai atau sepi dari gema suara langkah kaki dan kendaraan di sekitar.
Teknologi juga semakin mendukung kemandirian mereka. Kini, tersedia aplikasi berbasis suara seperti Soundscape dan Be My Eyes, yang memungkinkan pengguna mengetahui posisi, arah, hingga mengenali benda di sekitarnya dengan bantuan deskripsi audio dari relawan.
Meski begitu, masyarakat tetap punya peran penting. Sikap sederhana seperti memberi tahu arah dengan jelas, bukan menunjuk, atau tidak memindahkan barang di tempat umum tanpa izin, bisa membantu tunanetra tetap aman dan nyaman.
Pemahaman ini mengingatkan kita bahwa “melihat” tidak selalu dengan mata, tetapi juga dengan hati dan empati. Dengan lingkungan yang inklusif, penyandang tunanetra bisa bergerak dengan percaya diri tanpa harus selalu bergantung pada bantuan orang lain. (*/dv/red)
Tags: disabilitas, hati, melihat, netra, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





