Reses Virtual, John Thamrun Tampung Keluhan Pembangunan Infrastruktur hingga Bantuan untuk UMKM

Yovie Wicaksono - 16 October 2021
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Jhon Thamrun saat Reses Virtual bersama Masyarakat Kecamatan Sambikerep, Surabaya, Jumat (15/10/2021) malam. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – DPRD Kota Surabaya kembali melakukan kegiatan reses untuk menyerap aspirasi kepentingan masyarakat, baik bertemu secara langsung dengan jumlah terbatas maupun secara virtual atau daring.

“Mengingat saat ini masih pandemi, jadi untuk reses offline tentu harus ada jaga jarak dan jumlah yang terbatas. Sementara untuk reses virtual yang menjadi kendala adalah koneksitas internet di masyarakat ini yang kadang sangat terbatas,” ujar anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Jhon Thamrun usai reses virtual bersama masyarakat Kecamatan Sambikerep, Surabaya, Jumat (15/10/2021) malam.

Menurutnya, koneksitas internet ini menjadi salah satu tolak ukur untuk bisa memberikan masukan kepada pemerintah, dalam hal ini Kominfo agar apa yang dijanjikan kepada masyarakat, terkait pemberian saluran wifi gratis dapat diperhatikan. Terlebih, saat ini sebagian masyarakat, terutama pelajar masih melakukan kegiatan atau pembelajaran secara daring.

“Jangan sampai apa yang diberikan ini kemudian terputus dan tidak bisa maksimal, terlebih saat ini sebagian masyarakat utamanya pelajar melakukan pembelajaran secara daring. Ini yang harus diperhatikan agar kedepan bisa diperbaiki sehingga fasilitas internet yang diberikan itu bisa dijangkau untuk segala macam kegunaan bagi kepentingan masyarakat,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Meski tak jarang terjadi kendala koneksitas, tak mempengaruhi antusias masyarakat di Kecamatan Sambikerep dalam menyampaikan aspirasinya kepada Jhon Thamrun. Total reses virtual ini dihadiri sekira 25 warga dari lintas kelurahan.

Masyarakat pun menyampaikan kebutuhan sarana dan prasarana kampung, pembangunan fisik seperti pemasangan box culvert hingga bantuan untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Saya ada usaha kerupuk Pak, pernah mau membuat mesin pemotong kerupuk lontong tapi belum jadi karena terkendala ekonomi. Jadi saya minta bantuan bapak untuk melancarkan usaha saya ini (bantuan pinjaman modal kerja, red),” ujar Adelia Dwi Anggraeni, salah satu warga Kelurahan Bringin, Kecamatan Sambikerep yang turut serta dalam reses virtual tersebut.

Mendengar hal tersebut, John akan berusaha membantu agar Adelia bisa mendapatkan bantuan pendanaan modal kerja bagi UMKM dari Pemkot Surabaya. Terlebih saat ini pemulihan ekonomi menjadi hal yang penting setelah adanya pandemi Covid-19.

“Terkait UMKM ini memang harus diperhatikan dan ditolong sehingga semangatnya adalah semangat kebangkitan perekonomian. Pemkot Surabaya tentunya harus mendukung kebangkitan UMKM ini mulai dari permodalan, pendampingan untuk keahlian juga perlindungan dalam pelaksanaan perdagangannya sehingga nyawa perekonomian yang ada di Kota Pahlawan ini betul-betul bisa bangkit, roda perekonomian bisa berputar karena adanya perputaran uang melalui UMKM dan di pasar tradisional,” tandasnya.

Maka dari itu, lanjutnya, perlu adanya kerjasama lintas instansi yang ada di Pemkot Surabaya untuk bisa kembali meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Seperti yang sudah disampaikan Pak Eri juga, jangan sampai ada pengobrakan di dalam UMKM. Tapi ingatkan mereka untuk tetap menjalankan Prokes dengan cara yang lebih humanis,” imbuhnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.