Baktiono Tagih CSR Bank Jatim Buat Tebus Ijazah SMA yang Tertahan
SR, Surabaya – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono, meminta Bank Jatim Cabang Surabaya memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu siswa SMA dari keluarga kurang mampu yang ijazahnya tertahan akibat tunggakan biaya sekolah.
Permintaan itu disampaikan Baktiono saat rapat bersama Bank Jatim, Rabu (27/10/2026).
Baktiono menilai, dukungan CSR diperlukan untuk membantu warga Surabaya menyelesaikan tunggakan biaya pendidikan, termasuk SPP yang membuat siswa belum bisa mengambil ijazah.
“Warga biasa tentu ngadunya ke kami. Tapi apa respons Bank Jatim, tak peduli. Saya tagih komitmen Bank Jatim ikut memikirkan masa depan pendidikan anak Surabaya lewat CSR,” kata Baktiono di hadapan manajemen Bank Jatim Cabang Surabaya.
Dalam rapat itu, perwakilan Bank Jatim yang hadir di antaranya Setyo Budi Widianto, Troy Wahana Seta, dan Meita Puspa W. Mereka hadir untuk melaporkan kinerja positif bank tersebut.
Namun, di tengah rapat, Baktiono meminta Bank Jatim turut membantu warga kurang mampu agar dapat menuntaskan pendidikan.
“Sekarang saya tagih komitmen Bank Jatim. Mana kepeduliannya terhadap masa depan anak-anak di Surabaya. Banyak anak SMA ditahan ijazahnya hingga nunggak SPP. Bank Jatim mestinya peduli dengan CSR-nya,” kata Baktiono.
Ia ingin dana CSR Bank Jatim dimanfaatkan untuk membantu siswa yang kesulitan melunasi tunggakan biaya pendidikan.
Menurut Baktiono, persoalan ijazah yang tertahan bukan sekadar masalah administrasi, tetapi juga berpotensi menghambat masa depan siswa, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Baktiono mengatakan, usulan tersebut berangkat dari keluhan warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan anak SMA.
Beban yang dihadapi warga antara lain membayar SPP, membeli seragam sekolah, hingga melunasi tunggakan yang menyebabkan ijazah anak belum bisa diambil.
Dalam rapat tersebut, Baktiono mengusulkan mekanisme bantuan melalui surat pengantar yang dilengkapi data warga dan sekolah yang membutuhkan dukungan.
Data itu meliputi nama, alamat, nomor induk kependudukan (NIK), serta identitas sekolah tempat siswa menempuh pendidikan.
“Tapi Bank Jatim abai. Kami ingin Bank Jatim menunjukkan komitmennya memberi nilai manfaat kepada warga Surabaya. Salurkan kepada sekolah. Jangan ke warga,” kata Baktiono.
Melalui mekanisme tersebut, dana bantuan diharapkan dapat digunakan untuk menyelesaikan tunggakan biaya pendidikan sesuai kewajiban masing-masing siswa. (*/red)
Tags: Baktiono, bank jatim, CSR, DPRD Surabaya, ijazah tertahan. sma, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





