Eri Cahyadi Perankan Kolonel Sungkono di Parade Juang Surabaya 1 November 2026
SR, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan memerankan Kolonel Sungkono, tokoh yang memimpin pertahanan Kota Surabaya, dalam Parade Surabaya Juang 2026. Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani akan berperan sebagai Ibu Pertiwi dalam teatrikal pembukaan yang menggambarkan semangat perjuangan arek-arek Suroboyo mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan keterlibatan kedua tokoh tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali kisah perjuangan Surabaya melalui pertunjukan yang dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Pada teatrikal pembukaan di kawasan Tugu Pahlawan, Wali Kota Eri Cahyadi akan memerankan Kolonel Sungkono, tokoh yang memimpin pertahanan Kota Surabaya. Sementara itu, Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani berperan sebagai Ibu Pertiwi yang menyampaikan doa dan amanat perjuangan kepada para pejuang sebelum menghadapi pertempuran,” kata Herry.
Parade Surabaya Juang 2026 mengusung tema “Suroboyo Wani” dan akan digelar pada Minggu, 1 November 2026, mulai pukul 14.30 WIB. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat untuk hadir menyaksikan rangkaian parade yang memadukan rekonstruksi sejarah, seni, dan nilai-nilai kebangsaan.
Selain menampilkan teatrikal Kolonel Sungkono dan Ibu Pertiwi, parade tahun ini juga mengangkat kisah Soegiarto, pemain Persebaya era 1930-an yang meninggalkan lapangan sepak bola untuk ikut mempertahankan kemerdekaan. Kisah tersebut menggambarkan bahwa perjuangan membela tanah air melibatkan berbagai kalangan, termasuk mereka yang berkarya di dunia olahraga.
“Perjuangan Soegiarto menunjukkan bahwa kecintaan terhadap tanah air bisa diwujudkan dengan berbagai cara. Setiap orang memiliki peran dalam perjuangan, sesuai dengan kemampuan dan keadaan pada masanya,” katanya.
Sepanjang rute parade, masyarakat juga dapat menyaksikan sejumlah adegan bersejarah, di antaranya teatrikal perjuangan Tentara Genie Pelajar (TGP) di kawasan perempatan gedung eks-Siola. Kisah pertempuran di kawasan Tunjungan turut diangkat, sedangkan di depan Hotel Majapahit digelar prosesi penghormatan kepada bendera Merah Putih untuk mengenang perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Parade Surabaya Juang 2026 melibatkan sekitar 2.150 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), TNI, Polri, Paskibraka, komunitas pecinta sejarah, organisasi kepemudaan, hingga elemen masyarakat lainnya.
“Parade akan dimulai dari kawasan Tugu Pahlawan di Jalan Pahlawan, kemudian bergerak melewati sejumlah ruas jalan di pusat kota hingga berakhir di kawasan Balai Pemuda atau Alun-Alun Surabaya, Jalan Gubernur Suryo. Dengan jarak sekitar 2,5 kilometer, masyarakat dapat menyaksikan parade dan atraksi teatrikal di sejumlah titik sepanjang rute,” katanya.
Menurut Herry, tema “Suroboyo Wani” tidak hanya merefleksikan keberanian para pejuang di medan pertempuran, tetapi juga menjadi nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui keberanian untuk belajar, berkarya, meraih prestasi, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Ia berharap Parade Surabaya Juang menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal sejarah perjuangan Surabaya sekaligus mewariskan nilai keberanian, persatuan, dan cinta tanah air kepada generasi penerus.
“Mari datang bersama keluarga dan saksikan Parade Surabaya Juang 2026. Kami berharap kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menanamkan semangat keberanian, persatuan, dan cinta tanah air kepada generasi penerus,” tuturnya. (*/rri/red)
Tags: Eri cahyadi, kolonel sungkono, parade surabaya juang, superradio.id, surabaya wani
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.



