Ratusan Kasus HIV di Surabaya. Ini Penyebabnya

Yovie Wicaksono - 3 December 2022
Ilustrasi. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, sepanjang 2022, ada 663 kasus Human Immunodeficiency Virus  (HIV) di Kota Surabaya. Penyebabnya adalah perilaku seks sesama jenis (homoseksual) sebesar 44,04 persen.

Perilaku seks berbeda jenis (heteroseksual) sebanyak 53,85 persen, dan perilaku berbagi jarum suntik tidak steril pada pengguna narkoba suntik (penasun) sebanyak 2,11 persen.

Dari data itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut kasus HIV di kota Pahlawan didominasi warga luar yang berobat.  Ia menjelaskan,hal ini hampir sama dengan angka kasus COVID-19, banyak masyarakat luar dirujuk untuk melakukan pengobatan di Surabaya.

“Makanya kami hanya bisa menahan, ketika ada yang masuk ke Surabaya untuk berobat karena di sini adalah rujukan tempat orang berobat, secara otomatis orang akan jadi banyak. Tinggalnya di sini, berobatnya di sini,” katanya, Sabtu (3/12/2022).

Menurutnya, Pemkot Surabaya berupaya menekan penyebaran kasus HIV. Apalagi, Kota Surabaya yang merupakan kota metropolitan, menjadi kota rujukan untuk pengobatan pasien HIV.

Ia juga melibatkan Dinas Pendidikan Surabaya untuk melakukan berbagai kegiatan sebagai upaya pencegahan kasus HIV di lingkungan remaja, seperti menjadi pengajar dalam kegiatan Sinau Bareng di Balai RW.

“Ngajar bareng, pemuda lintas agama, pemuda lintas suku sebenarnya ini untuk menyatukan semua ini. Dengan kegiatan positif itulah maka kita akan terhindarkan dari perbuatan perbuatan yang dilarang agama, seperti tawuran, mendem (mabuk), LGBT, dan lainnya. Pasti perbuatan yang melanggar agama ada dampaknya, berarti apa? Kita kembalikan lagi pada kekuatan agamanya, apapun itu,” ujarnya. (*/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.