Raih Penghargaan Pembina Koperasi Andalan, Ini yang Dilakukan Bupati Maryoto
SR, Surabaya – Pada peringatan Hari Koperasi ke-76 yang diadakan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di Tennis Indoor Stadium Gelora Bung Karno Jakarta, Rabu (12/7/2023), Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mendapat penghargaan sebagai Pembina Koperasi Andalan.
Pemberian penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi dari Dekopin atas konsistensi dalam meningkatkan kualitas koperasi sebagai pengungkit peningkatan perekonomian masyarakat.
Pemkab Tulungagung dinilai terus berupaya melakukan pembinaan secara nyata dalam pengembangan koperasi kepada insan koperasi yang ada di seluruh kabupaten.
“Pembinaan terhadap koperasi yang ada di Tulungagung telah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Di dalamnya termasuk evaluasi dan verifikasi terhadap koperasi yang tergolong sehat,” kata Bupati Maryoto, kepada Super Radio di Surabaya, Sabtu (15/7/2023).
Dia menambahkan, keberadaan koperasi memberi peranan sangat besar bagi perekonomian masyarakat Tulungagung. Seperti menjadi wadah untuk melakukan pembinaan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang jumlahnya juga cukup banyak.
“Oleh karena itu saya selalu memantau, bukan karena kita tidak percaya, namun koperasi memang harus disiplin melakukan RAT setiap tahunnya, mengingat koperasi ini keberadaannya sangat dibutuhkan oleh warga,” ujarnya.
Ia mengatakan, jumlah UMKM di Tulungagung hingga saat ini telah mencapai 24 ribu. Dari jumlah tersebut, mayoritas koperasi dalam keadaan sehat sehingga terjadi regulasi di bidang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kader PDI Perjuangan ini minta agar insan koperasi maupun pelaku UMKM di Tulungagung terus mengikuti perkembangan teknologi. Sebab, pemerintah pusat juga tengah meningkatkan produksi dalam negeri yang menuntut sumber daya manusia (SDM) unggul.
“Insan koperasi dan pelaku UMKM harus mampu mengikuti perkembangan pengetahuan teknologi yang ada, apalagi anggota koperasi itu sekarang sudah banyak yang remaja yang itu tentu melek akan digital. Mereka harus menguasasi aplikasi-aplikasi yang ada untuk menunjang kinerja koperasi,” katanya.
Maryoto juga meyakini koperasi di Tulungagung akan mampu bertahan di tengah perkembangan yang terjadi. Koperasi yang telah dikategorikan sebagai koperasi sehat, sudah jelas memiliki administrasi yang bagus serta betul-betul bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, koperasi juga menjadi salah satu bentuk kegotongroyongan yang perlu terus ditampilkan dengan menerapkan asas kekeluargaan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.
Sekadar informasi, berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Tulungagung, jumlah total dari koperasi di wilayah setempat sebanyak 1.439 dan 772 di antaranya tergolong aktif. (fos/red)
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





