Bupati Gresik Ingatkan Pesantren Waspada TBC

Rudy Hartono - 10 December 2025
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (tengah) dalam seminar kesehatan bertema “Jaga Diri, Jaga Lingkungan: Waspadai TBC Sebelum Menyebar” di Gedung Nasional Indonesia (GNI) pada Selasa (9/12/2025). (sumber: humas pemkab gresik)

SR, Gresik – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta pimpinan pondok pesantren dan juga tenaga medis agar waspada terhadap nfeksi penyakit tuberculosis (TBC) yang penyebarannya amat cepat terutama di lingkungan padat manusia.

“Pondok pesantren memiliki risiko penularan (TBC –Red) yang lebih tinggi. Karena itu, edukasi dan pencegahan harus terus dilakukan,” pesan Akhmad Yani dalam seminar kesehatan bertema “Jaga Diri, Jaga Lingkungan: Waspadai TBC Sebelum Menyebar” di Gedung Nasional Indonesia (GNI) pada Selasa (9/12/2025).

Bupati dua periode itu juga mengimbau wali santri untuk segera memeriksakan santri yang terindikasi gejala ke puskesmas terdekat. Bila fasilitas pemeriksaan belum tersedia, puskesmas tersebut akan mengirimkan sampel ke puskesmas yang telah memiliki alat deteksi TBC lengkap.

Lebih lanjut Bupati Yani kembali menegaskan bahwa layanan TBC di Gresik aman dan bisa disembuhkan. “Yang pasti TBC bisa sembuh. Saat ini ada 10 puskesmas dengan sistem one stop service yang menangani pemeriksaan TBC secara lengkap, gratis, dan tanpa perlu dirujuk ke RSUD Ibnu Sina,” jelasnya.

Untuk pencegahan, Bupati Yani menyampaikan imbauan agar pesantren menjaga lingkungan tetap sehat, menyediakan pencahayaan dan ventilasi udara yang memadai, membatasi jumlah santri dalam satu kamar, serta membiasakan para santri untuk olahraga minimal 30 menit setiap hari.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Mukhibatul Khusnah, menekankan bahwa Gresik menargetkan percepatan eliminasi TBC lebih awal.  “Kami menargetkan pada tahun 2028 angka kasus turun menjadi 65 per 100 ribu penduduk. Saat ini masih berada pada 199 per 100 ribu penduduk. Maka upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama,” ungkapnya.

Dalam sesi tanya jawab, peserta menyoroti potensi kerja sama antara pemerintah dan perusahaan dalam pengentasan TBC. Peserta yang merupakan seorang pimpinan media online di Gresik itu menyampaikan data bahwa PT. Smelting berhasil mendampingi 950 pasien sejak 2019.

Menanggapi hal itu, Kadinkes menjelaskan bahwa saat ini screening TBC juga telah dilakukan di sejumlah perusahaan oleh puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing.  “Beberapa waktu lalu kami bertemu sejumlah perusahaan termasuk PT. Smelting,  mereka menyatakan ingin berkontribusi dalam penanggulangan TBC. Tentu ke depan kami akan memperkuat kolaborasi yang baik ini,” papar Khusnah.

Seminar Kesehatan ini diikuti oleh para Kepala Puskesmas serta perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Gresik. Tujuan diadakannya seminar ini untuk memperluas edukasi tentang pencegahan TBC, sejalan dengan program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden. Untuk penyebaran edukasi ini Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik. (*/red)

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.