PPKM Darurat, Terminal Purabaya Sepi Penumpang

Yovie Wicaksono - 6 July 2021
Terminal Purabaya Terlihat Sepi Penumpang saat Pemberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Selasa (6/7/2021). (Foto : Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Sidoarjo – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM ) Darurat Jawa-Bali hingga 20 Juli mendatang, membuat perubahan penerapan aturan di Terminal Purabaya  Sidoarjo.

Kepala Sub-Unit Terminal Purabaya Bungurasih Imam Hidayat mengatakan, dibanding dengan saat larangan mudik lebaran, saat ini aturannya semakin ketat. Armada bus yang sebelumnya dibatasi hanya 50 persen, kini berkurang menjadi 30 persen yang boleh beroperasi.

Imam menambahkan, stiker khusus sudah tidak berlaku dan semakin memperketat protokol kesehatan. “Armada yang boleh beroperasi hanya 30 persen. Sedangkan untuk surat vaksin, khusus untuk penumpang ke Bali dan Jakarta,” ujanya, Selasa (6/7/2021).

Pasca PPKM Darurat, jumlah rata-rata penumpang di terminal Purabaya mengalami penurunan drastis hingga 80 persen. Jika di hari biasa rata-rata bisa mencapai 28.000 orang, kini jumlahnya rata-rata hanya berkisar 5.881 orang  saja.

“Bus di Terminal Purabaya penumpangnya sepi. Satu armada bus hanya terisi 4-5 orang saja, kadang bus nya gak masuk, kadang juga nunggu lama, ini kelihatannya ramai padahal itu mereka sedang nunggu semua,” terang Imam.

Sementara itu, Kholik Abdulah, salah satu sopir mengaku selama PPKM Darurat sangat sulit mendapat penumpang. Kalaupun ada, harus menunggu sekira 2 jam agar bus terisi 10 penumpang untuk berangkat.

“Biasanya kalau sebelum PPKM pendapatan itu sampai Rp. 200.000 kalau sekarang satu pulang pergi cuma bisa dapat Rp. 70.000. Sekarang ini kondisinya, armada bus banyak yang gak keluar ya otomatis kita nunggu nya lebih lama, ini saja sudah lebih dari 2 jam penumpang belum sampai 10,” kata Kholik.

Kholik berharap Pemerintah dapat memberikan solusi nyata dari hal ini, agar penghasilan para sopir ini bisa stabil untuk menafkahi keluarga.

“Harapannya untuk sopir bus itu, semuanya mengharapkan segera di kondusifkan supaya kita kalau mencari nafkah itu biar stabil untuk mencukupi keluarga. Semoga Indonesia juga cepat lepas dari covid-19 ini,” tandasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.